Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emosi Terkena Gas Air Mata Saat Makan Pempek, Mahasiswa Rusak Mobil Polisi

Kompas.com - 15/10/2020, 06:00 WIB
Pythag Kurniati

Editor

KOMPAS.com- Lantaran emosi terkena gas air mata ketika menyantap pempek, mahasiswa di Palembang merusak mobil polisi dalam aksi demo penolakan UU Omnibus Law pada Kamis (8/10/2020) malam.

Bahkan tembakan gas air mata, membuat salah satu mahasiswa mendapatkan luka bakar di tangannya.

"Waktu itu kami lagi makan pempek, tiba-tiba ditembakkan gas air mata, handphone teman saya juga hilang, jadi saya emosi," tutur mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Awwabin Hafiz.

Baca juga: Demo di Palembang Ricuh, 2 Mobil Polisi Terbalik, Puluhan Motor Rusak

Mahasiswa lain balikkan mobil polisi, ikut menendang

Massa aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law merusak mobil PAM Obvit Polrestabes Palembang yang teparkir di depan gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2020).Aji YK Putra Massa aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law merusak mobil PAM Obvit Polrestabes Palembang yang teparkir di depan gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/10/2020).
Awwabin yang merasa marah kemudian melihat ada mahasiswa lain yang membalikkan mobil Pam Obvit yang terparkir di luar Gedung DPRD Provinsi Sumsel.

Terpancing, ia pun ikut melakukan perusakan dengan menendang mobil polisi itu.

"Waktu itu mau saya bakar (mobil) tapi koreknya macet dan basah jadi batal. Yang lain juga teriak bakar-bakar jadi tambah emosi," kata dia.

Sedangkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Rezan Septian Nugraha mengatakan, awalnya sempat hendak membakar mobil polisi.

Ia yang saat itu melihat mobil telah terbalik tersulut emosi.

"Kebetulan saya pegang rokok jadi mau bakar mobil itu, tapi gagal karena basah. Akhirnya saya tendang-tendang saja mobilnya," ungkap Rezan.

Baca juga: Pengakuan Mahasiswa Perusak Mobil Polisi: Kami Lagi Makan Pempek Ditembak Gas Air Mata...

 

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan
Sudah tangkap 8 orang, 15 orang DPO

Hingga kini, polisi telah menangkap delapan orang terkait aksi perusakan mobil polisi dalam demonstrasi.

Empat mahasiswa yang baru saja ditangkap adalah Awwabin Hafiz (19) mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, M Naufal Imandamalis (20) Mahasiswa Teknik Sipil UNSRI.

Kemudian M Barthan Kusuma (22) mahasiswa Stisipol Candradimuka dan Rezan Septian Nugraha (21) Universitas Muhammadiyah Palembang.

Polisi kini masih mengejar 15 orang pelaku perusakan mobil lainnya.

"Ada 15 pelaku lagi yang masih kita kejar identitasnya sudah didapat dan dijadikan DPO," kata Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Aprillia Ika)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com