Bupati Bogor Izinkan Warganya Gelar Resepsi Pernikahan, Jumlah Tamu Maksimal 150 Orang

Kompas.com - 13/10/2020, 16:58 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengizinkan acara akad nikah dan resepsi pernikahan di dalam gedung selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kendati demikian, ada perubahan kebijakan aturan baru yaitu pembatasan tamu undangan serta batasan durasi pelaksanaan resepsi pernikahan.

Jika sebelumnya resepsi pernikahan dilonggarkan dengan jumlah kehadiran tamu undangan maksimal 50 persen dari total kapasitas ruangan gedung.

Kini, aturan baru lebih membatasi kehadiran tamu undangan maksimal 150 orang dan tidak dipengaruhi oleh jumlah kapasitas ruangan.

Baca juga: Jokowi Singgung Kasus Covid-19 di Wilayahnya, Bupati Bogor Minta Bantuan

Kemudian ada aturan tambahan yaitu pengaturan jadwal tamu undangan atau durasi resepsi tidak boleh lebih dari tiga jam pelaksanaannya.

Dalam perubahan tersebut, penyelenggara wajib menyampaikan surat pernyataan kesanggupan memenuhi protokol kesehatan kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat Kecamatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan bahwa perubahan aturan ini dilakukan karena penambahan kasus harian Covid-19 melonjak tajam dalam dua bulan terakhir.

Baca juga: Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

"Kan pas kita longgarkan ternyata tinggi banget kasus Covid-19 ya karena terlalu bebasnya masyarakat saat hadir di pernikahan yang membuat kerumunan," kata Ade saat ditemui usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Setda, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/10/2020).

Ade menjelaskan, aturan sebelumnya telah menyulitkan tenaga medis dalam melakukan tracing kontak erat terhadap orang yang terpapar Covid-19 di lokasi.

Baca juga: Ridwan Kamil: Zona Merah di Jabar Hanya 3 Daerah, Jabodetabek Membaik

Sebab, sebelumnya jumlah orang dalam satu ruangan dibatasi maksimal 50 persen. Maka, jika kapasitas ruangan gedung menampung 2.000 orang artinya peserta yang boleh hadir bisa sampai 500 hingga 1.000 orang di dalam gedung tersebut.

Oleh karena itu, hasil evaluasi Satgas Covid-19 bersama Dinas Kesehatan bahwa adanya aturan yang baru yang lebih ketat itu tentu akan memudahkan tracing kasus Covid-19 kedepannya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X