Pilot dan 3 Kru Helikopter Pembubar Demo Mahasiswa di Kendari Ditahan 7 Hari

Kompas.com - 13/10/2020, 15:32 WIB
Polisi mengunakan helikopter dalam membubarkan aksi mahasiswa di perempatan Mapolda Sultra saat aksi peringatan setahun kematian dua rekannya istimewaPolisi mengunakan helikopter dalam membubarkan aksi mahasiswa di perempatan Mapolda Sultra saat aksi peringatan setahun kematian dua rekannya

KENDARI, KOMPAS.com- Sebanyak empat anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dijatuhi sanksi disiplin berupa penahanan selama tujuh hari.

Pemberian sanksi disiplin itu diputuskan dalam sidang pada Kamis (8/10/2020) yang digelar oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra.

Keempat polisi itu terbukti bersalah menerbangkan helikopter dengan rendah di atas kerumunan massa aksi mahasiswa pada Sabtu (26/9/2020).

Baca juga: Bubarkan Demo Mahasiswa dengan Helikopter, Pilot dan 4 Kru Diperiksa Propam

Empat polisi adalah seorang pilot, kopilot dan dua orang kru helikopter yang membubarkan demonstrasi mahasiswa di perempatan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra, sehingga menyebabkan massa lari berhamburan.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra Kombes Pol Laode Proyek menyatakan keempat personel itu dianggap telah melanggar peraturan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) nomor Nomor 12 tahun 2016.

"Jadi mereka diputuskan melanggar disiplin, tidak mentaati aturan, melanggar SOP saat menerbangkan helikopter," kata Laode Proyek dihubungi, Selasa (13/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sanksi disiplin kepada empat anggota polisi itu adalah ditempatkan di sel khusus selama tujuh hari. Terhitung sejak Senin (13/10/2020).

Baca juga: Marah Anak Buahnya Pakai Helikopter, Kapolri: Kalau Masih Boleh, Saya Tempeleng!

Setelah menjalani kurungan, keempat personel itu akan menjalani pengawasan khusus selama enam bulan, termasuk tidak boleh menerbangkan helikopter.

"Di-nonjob-kan, sama seperti kapolsek, jabatannya harus dilepas, jadi pilot ini jabatan. Mereka juga tidak bisa mengusulkan kenaikan pangkat selama enam bulan dalam pengawasan ini," tambah Laode Proyek.

Sebelumnya diberitakan, helikopter milik Kepolisian Air dan Udara (Airud) Polda Sultra terbang rendah di atas ratusan mahasiswa yang berdemonstrasi memperingati satu tahun gugurnya dua Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi dan Yusuf pada Sabtu (26/9/2020).

Baca juga: Ombudsman: Polisi Diduga Langgar Protap Bubarkan Demo Mahasiswa dengan Helikopter

Akibatnya, massa pengunjuk rasa berlarian menjauhi sapuan debu dan material sampah imbas dari angin kencang dari putaran baling-baling helikopter.

Usai insiden ini, mahasiswa akhirnya bentrok dengan polisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X