KILAS DAERAH

Ini Pengalaman Kang Emil Saat Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Kompas.com - 11/10/2020, 20:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, satu dari 1.620 relawan yang ikut serta dalam uji coba vaksin Covid-19 fase tiga. bnpb.go.idGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, satu dari 1.620 relawan yang ikut serta dalam uji coba vaksin Covid-19 fase tiga.

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang biasa disapa Kang Emil, menjadi satu dari 1.620 relawan yang ikut serta dalam uji coba vaksin Covid-19 fase tiga, di Universitas Padjajaran Bandung beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan wawancara dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro, orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat tersebut menceritakan pengalamannya. 

“Pada tahap satu, jumlah relawan yang disuntik di bawah 100. Pada tahap dua, disuntikkan pada sekitar 100 hingga 1.000 orang relawan. Pada tahap ketiga, jumlah relawan di atas 1.000, tepatnya 1.620 orang,” kata Kang Emil, seperti dimuat bnpb.go.id, Sabtu (10/10/2020).

Sebagai syarat menjadi relawan, saat itu Kang Emil diharuskan melakukan lima kali kunjungan. Kunjungan pertama untuk pengondisian melalui tes PCR, rapid test, dan sejenisnya. Sedangkan kunjungan kedua untuk suntik vaksin tahap satu.

Kemudian, kunjungan ketiga untuk suntik tahap dua, serta kunjungan keempat dan kelima untuk pengambilan darah guna pengecekan reaksi pada vaksin.

Baca juga: Ridwan Kamil Ungkap Alasan Jadi Relawan Vaksin Covid-19

“Setelah disuntik vaksin, (diperiksa) apakah antibodi di dalam tubuh saya berlimpah atau tidak. Kalau berlimpah sampai 90 persen, berarti badan saya siap melawan virus Covid-19. Pengambilan darah kedua akan dilakukan Desember 2020 untuk melihat hasilnya,” kata Kang Emil.

Lebih lanjut, Kang Emil mengatakan, jika hasil uji darah pada Desember menunjukan keberhasilan, maka produksi vaksin dan vaksinasi secara massal bisa dimulai. Hingga kini, Kang Emil sendiri tidak merasakan dampak medis akibat vaksin tersebut.

Untuk diketahui, saat ini terdapat beberapa kandidat vaksin yang akan digunakan di Indonesia, yaitu vaksin Merah Putih hasil pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Ada pula vaksin hasil kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, Kimia Farma dengan G42 dari Uni Emirat Arab, dan Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan.

Baca juga: Update 8 Kandidat Vaksin Covid-19, Termasuk yang Diuji di Indonesia

Meski sudah tersedia beberapa kandidat vaksin, Kang Emil mengakui, upaya yang dilakukan pemerintah tidaklah mudah. Terlebih, saat ini masih ada kelompok masyarakat yang meragukan keamanan vaksin.

Kang Emil yang mengikuti proses sebagai relawan vaksin dan mengunggah foto proses pengambilan darah pun dituding hanya berpura-pura atau menyebarkan hoaks.

“Persepsi publik dan orang-orang yang tidak paham menyangka saya bohong. Menurut yang tidak paham, jarum suntik itu seperti model yang lama, padahal tes vaksin menggunakan jarum suntik modern yang disebut vacutainer,” ungkapnya.

Maka dari itu, Kang Emil meminta masyarakat yang tidak paham tentang prosesnya untuk tidak berkomentar yang memprovokasi. Sebaliknya, ia menyarankan warga untuk bertanya agar memahami prosesnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang, Bangunan SMP di Cianjur Ambruk

Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang, Bangunan SMP di Cianjur Ambruk

Regional
Ahli ITB Jelaskan 3 Proses Utama Meletusnya Gunung Api, Ada Pengaruh Gerhana Matahari dan Bulan

Ahli ITB Jelaskan 3 Proses Utama Meletusnya Gunung Api, Ada Pengaruh Gerhana Matahari dan Bulan

Regional
Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Bupati Sleman Terjangkit Covid-19 Usai Divaksinasi, Ini Penjelasan Dinkes

Regional
Keberatan Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Bupati: Kalau Enggak Mau Silakan Balik Arah

Keberatan Tes Cepat Antigen di Perbatasan Banyumas Berbayar, Bupati: Kalau Enggak Mau Silakan Balik Arah

Regional
Saat Gerbong Kereta hingga Bangsal Orang Sakit Jiwa Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Saat Gerbong Kereta hingga Bangsal Orang Sakit Jiwa Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Regional
Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Hamil 6 Bulan, Karyawati Retail Modern Ditemukan Penuh Luka Tusuk di Gudang, Diduga Dianiaya

Regional
Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam 'Telolet'

Terdampak Pandemi, Bule Asal Belanda Buka Warung Mi Ayam "Telolet"

Regional
Satu Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

Satu Anggota TNI Gugur dalam Kontak Senjata dengan KKB di Intan Jaya

Regional
Cerita Charlotte Peeters, Bule Asal Belanda yang Terdampak Pandemi dan Jadi Tukang Mi Ayam di Yogyakarta

Cerita Charlotte Peeters, Bule Asal Belanda yang Terdampak Pandemi dan Jadi Tukang Mi Ayam di Yogyakarta

Regional
Ketahuan 'Chatting' dengan Mantan Kekasih, Istri di Bone Dibunuh Suami

Ketahuan "Chatting" dengan Mantan Kekasih, Istri di Bone Dibunuh Suami

Regional
Cegah Banjir, Pengembangan Perumahan di Kota Malang Wajib Buat Sumur Resapan

Cegah Banjir, Pengembangan Perumahan di Kota Malang Wajib Buat Sumur Resapan

Regional
3 Pembunuhan dalam 2 Bulan di Denpasar, Begini Kata Polisi

3 Pembunuhan dalam 2 Bulan di Denpasar, Begini Kata Polisi

Regional
BMKG Catat 3 Kali Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara

BMKG Catat 3 Kali Gempa Susulan Guncang Sulawesi Utara

Regional
Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Regional
Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X