Kronologi Bocah 9 Tahun Dibacok Saat Bela Ibunya yang Diperkosa, Diduga Tewas, Jasadnya Belum Ditemukan

Kompas.com - 11/10/2020, 13:50 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - R bocah 9 tahun asal Kecamatan Bireum bayeum, Kabupaten Aceh Timur dibacok oleh pria pada Sabtu (10/10/2020) dini hari saat membela ibunya yang diperkosa.

Oleh pelaku, R yang diduga telah tewas itu dibawa kabur keluar rumah.

Kasus tersebut berawal saat pelaku masuk ke gubuk di pedalaman Aceh Timur untuk memperkosa ibu muda, D (28). Saat itu suami D sedang mencari ikan di sungai.

D berusaha melawan dan saat berkelahi, pelaku membacok tangan D. R terbangun saat mendengar keributan di rumahnya.

Baca juga: Bela Ibu yang Diperkosa, Anak 9 Tahun Dibacok dan Dibawa Kabur Pelaku

R kemudian membela sang ibu. Namun oleh pelaku, R dibacok dan dibawa kabur oleh pelaku.

Diduga kuat R tewas karena luka bacokan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Setelah membacok korban, pelaku langsung lari. Bahkan membawa anak korban,” kata Kasat Reskrim Pilres Langsa, Iptu Arief Sukmono saat dihubungi melalui telepon.

Insiden tersebut diketahui warga sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu D yang tinggal jauh dari pemukiman keluar rumah meminta tolong kepada warga lainnya.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Dibacok dan Dibawa Kabur Usai Bela Ibunya yang Hendak Diperkosa, Begini Kronologinya

Pelaku ditangkap, jasad bocah belum ditemukan

Ilustrasi tanda tanyaThinkstock Ilustrasi tanda tanya
Sementara itu dilansir dari Serambinews.com, tim gabungan Polres Langsa menangkap pelaku pemerkosaan pada Minggu pagi di sekitar Lapangan Sepakbola Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun.

Pelaku ditangkap setelah korban mengaku mengenal pelaku pemerkosaan dan pembacokan adalah warga setempat berinsial S.

S adalah seorang pengangguran berstatus lajang yang berusia 36 tahun.

Baca juga: Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

"Benar tersangka sudah ditangkap dan saat ini masih kita periksa," sebut Iptu Arief singkat saja via Whatshapp dilansir dari Serambinews.com.

Walaupun sudah tertangkap, S belum mau memberitahu keberadaan R yang diduga kuat telah tewas.

Sementara itu BPBD Kota Langsa dan warga sekitar membantu pencarian R (9). Mereka menurunkan satu rubber boat dan 14 petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kota Langsa Hentikan Belajar Tatap Muka

Pencarian korban dilakukan di sungai daerah Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur yang masuk dalam wilayah hukum Polres Langsa.

Sungai ini tembus muara laut Krueng Bayeun, Aceh Timur.

Plt Kalak BPBD Kota Langsa, Riza Pati, mengatakan pihaknya diminta oleh pihak Kepolisian ikut membantu mencari korban R di wilayah perairan dan juga di darat.

Baca juga: Kasus Imam Masjid Dibacok Saat Pimpin Shalat di OKI, Polda Sumsel Pastikan Tak Ada Unsur Sara

Tinggal di tengah kebun sawit

IlustrasiKOMPAS/TOTO SIHONO Ilustrasi
Keuchik Gampong, Dedi mengatakan D dan suami serta anaknya tinggal di tengah perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya mereka tinggal di kampung bersama keluarganya dan baru setahun terakhir tinggal di rumah di tengah kebun sawit.

Ia mengatakan tidak ada warga yang tahu kejadian tersebut.

Baca juga: 2 Korban Pemerkosaan Ayah Kandung di Palopo Alami Trauma Berat

"Rumah korban berada terasing (tersendiri) dan agak berjauhan dari rumah-rumah warga lainnya. Lokasinya berada di antara perkebunan kelapa sawit warga, sehingga saat kejadian tidak ada yang mengetahuinya."

"Setelah kejadian itu, korban baru keluar rumah tersebut dan meminta tolong kepada masyarakat," kata Keuchik Dedi.

Baca juga: 31 Dokter dan Perawat di RSUD Langsa Positif Covid-19, Sejumlah Ruang Ditutup

Ia juga menjelaskan suami korban saat kejadian tidak ada rumah karena sedang mencari ikan dan udang di sungai.

Suami D biasanya berangka malam atau dini hari dan baru pulang ke rumah saat siang hari.

Dedi mengatakan ia bersama warga serta petugas gabungan sedang mencari anak korban yang diduga telah dibunuh oleh pelaku.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Masriadi | Editor: Khairina) | serambinews.com



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.