Menyoal Kematian Gajah Yanti di Taman Rimba Jambi, Diduga Tetanus atau Keracunan

Kompas.com - 11/10/2020, 08:35 WIB
Gajah Yanti (38) saat nekropsi untuk diketahui penyebab kematiannya, pada Kamis (8/10/2020). Dokumen BKSDA. KOMPAS.COM/JAKA HBGajah Yanti (38) saat nekropsi untuk diketahui penyebab kematiannya, pada Kamis (8/10/2020). Dokumen BKSDA.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Gajah Yanti di Taman Rimba mati di usia 38 tahun setelah dua hari menjalani perawatan karena sulit makan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ada dua dugaan penyebab kematian Yanti yakni tetanus dan atau karena keracunan.

Empat hari sebelum mati, Senin (5/10/2020), Yanti digembalakan di areal entertainment di sekitar kebun binantang.

Seperti biasa, Yanti digembala bersama Alfa, gajah jantan setiap Senin hingga Jumat. Di hari itu, Yanti tidak menunjukkan gejala apapun.

Baca juga: Kronologi Kematian Gajah Yanti di Taman Rimba Jambi, Sulit Makan hingga 2 Dugaan Penyebabnya

Selasa (6/10/2020) sekitar pukul 12.30, mahout atau pawang gajah melihat Gajah Yanti tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Dari pemeriksaan tim medis, ada pembengkakan di pangkal belalai Yanti.

Hingga Rabu (7/10/2020), kondisi Yanti terus menurun. Gajah berusia 32 tahun itu hanya terbaring dan tidak mampu menggerakkan kakinya.

Makanan untuk Yanti diblender oleh petugas dimasukkan melalui selang. Selain itu Yanti mendapatkan terapi cairan seperti infus dan obat-obatan.

Baca juga: 2 Hari Tak Bisa Makan, Gajah Taman Rimba Jambi Diduga Mati karena Racun

Dari hasil pemeriksaan darah di hari Rabu, hemoglobin Yanti rendah namun keratin kinasenya di angka yang tinggi.

Kamis (8/10/2020), Yanti sudah tak mampu menelan makanannya dan giginya mulai merapat. Selain itu terjadi logjaw atau rahang kaku. Kondisi kesadaran Yanti pun mulai melemah.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Rahmad Saleh, petugas memasukkan cairan sebanyak 19 liter melalui anus karena Gajah Yanti mengalami dehidrasi.

Kamis sekitar pukul 10.15 WB, Gajah Yanti tak tertolong lagi.

Baca juga: Kematian Gajah Zimbabwe Diduga karena Bakteri Haemorrhagic Septicemia

Kaki sempat terluka

Proses nekropsi Gajah Yanti Taman Rimba Jambi pada Kamis (8/10/2020). Dokumen BKSDA Jambi.KOMPAS.COM/JAKA HB Proses nekropsi Gajah Yanti Taman Rimba Jambi pada Kamis (8/10/2020). Dokumen BKSDA Jambi.
Sementara itu Wisnu Wardana dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) mengatakan beberapa bulan lalu, kaki Yanti pernah terluka dan ada dugaan kuat terkena tetanus.

Walaupun sudah sembuh, sifat bakteri masih . Wisnu mengatakan, kuman ini jenisnya anaerob yang menghasilkan toksin. Toksin ini kemudian menyebabkan kerusakan otak.

"Beberapa bulan yang lalu Yanti pernah luka kakinya. Sudah sembuh, tapi sifat bakterinya masih tinggal di tubuh dan menyebabkan kerusakan otak," katanya terkait dugaan sementara

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama

Regional
Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Sergei Kosenko, Turis Rusia yang Ceburkan Diri ke Laut bersama Motor Dideportasi dari Indonesia

Regional
Warga Sempat Dengar Teriakan 'Ya Allah' Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Warga Sempat Dengar Teriakan "Ya Allah" Sebelum Tarmin Tewas Diserang Kawanan Tawon

Regional
Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Suara Dentuman Misterius Gegerkan Warga Bali, Sumber Suara Belum Teridentifikasi

Regional
Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Kronologi Wartawan Dianiaya Kontraktor, Diduga Soal Berita Proyek Gedung Puskesmas

Regional
Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Camat Buka Posko Pengembalian Barang Jarahan Muatan Truk yang Terguling di Tawangmangu

Regional
Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Tak Tahu Ada Sarang Tawon di Semak-semak, Tarmin Tewas Disengat Saat Cari Rumput, Sempat Berteriak

Regional
6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalbar untuk Dimakamkan

6 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tiba di Kalbar untuk Dimakamkan

Regional
Disetop karena Tak Pakai Masker, Seorang Wanita Malah Marahi Anggota TNI

Disetop karena Tak Pakai Masker, Seorang Wanita Malah Marahi Anggota TNI

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, Kerugian Rp 35 Juta, Belasan Pegawai RSUD Trauma

Regional
Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Fobia Jarum Suntik, Kepala Puskesmas Bone Teriak-teriak Saat Vaksinasi Covid-19, Videonya Viral

Regional
Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan

Tak Terima Diberitakan Negatif, Seorang Kontraktor Aniaya Wartawan

Regional
Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Saat Kepala Puskesmas Bone Fobia Jarum Suntik, Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Sampai Harus Dipegangi

Regional
Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Setelah Wabup Pangandaran, Kini Giliran Bupati Positif Covid-19

Regional
Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Kepala Puskesmas Bone Berteriak Histeris Saat Divaksin Covid-19, Ternyata Fobia Jarum Suntik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X