Menyoal Kematian Gajah Yanti di Taman Rimba Jambi, Diduga Tetanus atau Keracunan

Kompas.com - 11/10/2020, 08:35 WIB
Gajah Yanti (38) saat nekropsi untuk diketahui penyebab kematiannya, pada Kamis (8/10/2020). Dokumen BKSDA. KOMPAS.COM/JAKA HBGajah Yanti (38) saat nekropsi untuk diketahui penyebab kematiannya, pada Kamis (8/10/2020). Dokumen BKSDA.
Editor Rachmawati

Dugaan kedua matinya Yanti adalah racun kimia. Dugaan tersebut dibuktikan dengan spesimen organ dan isi lambung.

Baca juga: Polisi Ungkap Penjualan Gading Gajah di Lampung

"Dari nekropsi akan dibuktikan dari spesimen organ seluruh tubuhnya dan isi lambung," katanya.

Wisnu bercerita ia langsung terbang dari Jakarta ke Jambi sehari sebelum kematian Yanti. Tujuh tahun memantau kondisi Gajah Yanti, membuat Winsu memiliki ikatan emosional dengan gajah berusia 32 tahun itu.

Saat datang, Wisnu membawa obat-obatan lengkap untuk Yanti.

"Setelah sampai di sini ternyata gejalanya tidak seperti mengidap penyakit,” kata dia. “Gajah Yanti mengalami perakut. Dari kondisi sehat langsung bleg (jatuh lemas),” tambah dia.

Baca juga: Cyanobacteria, Penyebab Ratusan Gajah di Botswana Mati Misterius

Wisnu menuturkan, perakut biasanya disebabkan oleh racun.

“Pertanyaannya racunnya apa? Kami menduga racunnya bisa dari kuman atau bahan kimia,” kata dia.

Ia mengatakan ditemukan beberapa kelainan antara lain terjadi pendarahan otot jantung, pembengkakan pada hati, ginjal,limpa dan jantung. Serta ada sedikit pembengkakan pada patu-paru.

Diketahui pula pada Agustus 2020 lalu Yanti sempat mengeluarkan busa dari mulutnya.

Baca juga: Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Wisnu mengatakan yanti saat itu mengalami dehidrasi. Pengaruhnya bisa karena cuaca yang sangat panas dan makanan.

Meski pun begitu kejadian Agustus itu tidak berhubungan dengan apa yang menyebabkan kematian Yanti saat ini.

Namun kepastian penyebab kematian Yanti masih harus menunggu hasil lab di Bukkittingi.

"Kita masih menunggu hasilnya dari lab di Bukittinggi dan hari ini harusnya sudah sampai tapi sepertinya agak terhambat di jalan mungkin malam baru sampai," katanya.

Namun saat ditanyakan ke Kepala UPTD Taman Rimba Jambi, Endang, hasil lab Gajah Yanti baru keluar seminggu lagi.

“Iya kita periksa beberapa sampel kemarin itu yan diantar langsung ke Bukittinggi. Sampel itu ada yang makan waktu periksanya supaya akurat,” kata Endang, pada Sabtu (10/10/2020).

Baca juga: Kamasutra Satwa: Musim Kawin Singkat, Gajah Betina Tak Akan Menjauh

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Regional
Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Regional
Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Regional
Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Regional
Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Was-was Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X