Kompas.com - 08/10/2020, 05:38 WIB
Polisi menggunakan watercanon untuk menghalau massa pada aksi unjuk rasa  menolak UU Cipta Kerja di DPRD Purwakarta, Rabu (7/10/2020) yang berakhir  ricuh. HANDOUTPolisi menggunakan watercanon untuk menghalau massa pada aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di DPRD Purwakarta, Rabu (7/10/2020) yang berakhir ricuh.

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di DPRD Purwakarta, Rabu (7/10/2020) berlangsung ricuh. Bangunan pos keamanan Sekretariat dewan pun mengalami kerusakan.

Pengunjuk rasa melemparkan barang-barang ke arah aparat dan berupaya merusak gerbang DPRD Purwakarta. Polisi yang kewalahan lalu menggunakan mobil water canon untuk menghalau massa.

Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan menyebut unjuk rasa berakhir rusuh lantaran ada kesalahpahaman. Para buruh ingin rekomendasi penolakan UU Cipta Kerja segera dikeluarkan DPRD Purwakarta.

"Tapi tadi ada dari lain sedang kita lidik, ada yang ikut (selain buruh dan mahasiswa)," ujar Indra saat dihubungi.

Baca juga: Cegah Massa Buruh ke Jakarta, Kapolda Banten: Kalau Masih Curi-curi, Kita Bubarkan

Polisi pun mengamankan delapan orang yang diduga sebagai provokator. Indra mengatakan tak ada yang terluka pada aksi tersebut, baik dari petugas maupun buruh.

Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi mengaku prihatin dengan adanya tindakan anarkistis yang mengakibatkan kerusakan pada pos keamanan sekretariat dewan. Ia berharap para buruh beraksi dengan tertib.

"Mestinya ini tidak terjadi. Saya berharap kawan-kawan buruh melakukan perjuangannya yang tertib dan aman supaya hasilnya juga baik. Kalau sudah ada kerusakan seperti ini, siapa yang akan bertanggung jawab? Yang rugi kita-kita juga," ujar Ahmad.

Ahmad Sanusi mengaku berterima kasih atas pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang sudah meredam kerusuhan hingga situasi bisa aman kembali.

Meski aksi berjalan ricuh, perwakilan buruh beraudiensi dengan Wakil Ketua DPRD Purwakarta, Neng Supartini. Hasilnya, DPRD Purwakarta menolak penetapan UU Cipta Kerja.

"Disampaikan dengan hormat, berdasar hasil audiensi perwakilan para buruh karyawan se-Purwakarta dengan Wakil Ketua DPRD Purwakarta di Gedung DPRD, menyatakan menolak penetapan UU Cipta Kerja," tulis DPRD dalam hasil surat audiensi. 

Baca juga: Buruh: Katanya Gedung Rakyat, Kenapa Kami ke DPR RI Diadang?

Diketahui, aksi mogok nasional dan unjuk rasa di Purwakarta berlangsung dari Selasa (6/10/2020) dan rencananya berlangsung hingga Kamis (8/10/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X