Ridwan Kamil Sebut Kendala Kabupaten Bogor Menangani Covid-19

Kompas.com - 08/10/2020, 00:54 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan peninjauan fasilitas kesehatan di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan peninjauan fasilitas kesehatan di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan peninjauan fasilitas kesehatan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Hal itu dilakukan setelah adanya peningkatan jumlah kasus harian yang signifikan sejak September 2020.

Dalam peninjauan, pria yang akrab disapa Emil itu melakukan pengecekan alat polymerase chain reaction (PCR) untuk menguji sampel swab.

Baca juga: Ada 1.000 Spesimen Swab yang Menumpuk di Kabupaten Bogor

Sebab, diketahui ada banyak spesimen swab yang menumpuk di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.

"Memang saat ini kita mengalami kekurangan reagent dan kekurangan alat PCR," kata Emil usai mengunjungi RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Soal Vonis Bebas Febi, Ini Tanggapan Ibu Kombes

Emil mengatakan, keterbatasan alat PCR menjadi salah satu penyebab lambatnya proses tes swab.

Bahkan, cairan khusus untuk melakukan uji spesimen atau reagent menjadi hambatan baru yang saat ini dialami Kabupaten Bogor.

Hal itu membuat kasus harian Covid-19 terus melonjak tajam selama September hingga awal Oktober 2020.

"Makanya sampai saat ini antrean uji spesimen Covid-19 mengalami antrean yang cukup panjang. Ini juga yang membuat tracing kita cukup lambat," ujar dia.

Baca juga: Kericuhan Saat Demo di Bandung, Sejumlah Orang Ditangkap

Selain memastikan alat spesimen tersebut, dirinya juga memberikan semangat kepada tenaga kesehatan (Nakes) yang sedang bertugas.

Dia juga berkomitmen untuk memberi bantuan Dinas Kesehatan agar bisa melakukan uji pemeriksaan PCR sesuai yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Ada kurang reagent-nya kurang printilan alat-alatnya, itu akan kita lengkapi. Itu alasan kenapa saya ke sini. Apa sudah dibantu, sudah dipergunakan, atau sudah digunakan, ternyata belum maksimal. Saya perintahkan Kadis saya untuk menghitung kebutuhannya," kata Emil.

Saat ini, angka pemeriksaan di Kabupaten Bogor masih jauh dari yang ditargetkan, yakni 60.000 spesimen atau 1 persen dari jumlah ideal penduduk Kabupaten Bogor yang hampir 6 juta jiwa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X