Massa Bakar Tempat Wisata di Pamekasan karena Diduga Jadi Sarang Maksiat

Kompas.com - 05/10/2020, 15:13 WIB
Tempat wisata Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, dibakar warga karena diduga menjadi sarang maksiat dan mengganggu pendidikan di sekitar lokasi wisata. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANTempat wisata Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, dibakar warga karena diduga menjadi sarang maksiat dan mengganggu pendidikan di sekitar lokasi wisata.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Ratusan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Pamekasan, berunjuk rasa di lokasi wisata Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Senin (5/10/2020).

Mereka menuntut tempat wisata yang berada di lereng bukit desa itu ditutup karena diduga menjadi sarang maksiat

Sebelum massa memasuki lokasi wisata, mereka berkumpul di persimpangan jalan akses menuju lokasi wisata. Setelah massa mencapai seribu lebih, mereka berjalan kaki. 

Sambil memekikkan takbir, mereka mulai memasuki lokasi wisata.

Baca juga: Cemburu, Pria di Surabaya Bunuh Satpam Perumahan

 

Beberapa warga mulai melakukan perusakan fasilitas wisata. Di antaranya pagar dan tempat berteduh pengunjung. 

Aksi massa semakin beringas. Mereka kemudian membakar sebuah gubuk beratap jerami di bagian atas bukit.

Api semakin membesar sehingga menjalar ke gubuk lainnya yang sama-sama beratap jerami. 

Beberapa massa lainnya berupaya memadamkan api yang sudah membakar fasilitas wisata lainnya menggunakan dedaunan hijau.

Namun, upaya mereka sia-sia karena karena reruntuhan dedaunan yang sudah mengering, menambah api semakin mudah menjalar ke fasilitas lainnya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pengaman Pantai Senilai Rp 4,9 M

Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pengaman Pantai Senilai Rp 4,9 M

Regional
Video Viral Artis TikTok Gelar Acara Jumpa Fan, Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak

Video Viral Artis TikTok Gelar Acara Jumpa Fan, Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak

Regional
Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Tegal Batal Divaksin karena Alasan Kesehatan

Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Tegal Batal Divaksin karena Alasan Kesehatan

Regional
'Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya'

"Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya"

Regional
Kasus Covid-19 Selama PPKM di Banyumas Menunjukkan Tren Menurun

Kasus Covid-19 Selama PPKM di Banyumas Menunjukkan Tren Menurun

Regional
Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Januari 2021

Regional
Polisi Sebut Perumahan di Lokasi Longsor yang Tewaskan 40 Orang Langgar Aturan

Polisi Sebut Perumahan di Lokasi Longsor yang Tewaskan 40 Orang Langgar Aturan

Regional
Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Regional
Jadi Orang Pertama Divaksin, Bupati Jepara: Seperti Digigit Semut Hitam Bukan Semut Merah

Jadi Orang Pertama Divaksin, Bupati Jepara: Seperti Digigit Semut Hitam Bukan Semut Merah

Regional
PPKM Jilid 2 di Jateng, PKL Bakal Dibuatkan Aplikasi Khusus Jualan

PPKM Jilid 2 di Jateng, PKL Bakal Dibuatkan Aplikasi Khusus Jualan

Regional
Bikin Fans Berkerumun, Seorang Artis TikTok Diperiksa Polisi

Bikin Fans Berkerumun, Seorang Artis TikTok Diperiksa Polisi

Regional
Dua Kepala Daerah di DIY Positif Covid-19 , Sekda: Makan Tidak Usah Bareng-bareng

Dua Kepala Daerah di DIY Positif Covid-19 , Sekda: Makan Tidak Usah Bareng-bareng

Regional
Kesal Harga Turun, Seorang Peternak Buang Telur Ayamnya ke Sawah, Videonya Viral

Kesal Harga Turun, Seorang Peternak Buang Telur Ayamnya ke Sawah, Videonya Viral

Regional
5 Kabupaten di Papua Telah Terapkan Sekolah Tatap Muka

5 Kabupaten di Papua Telah Terapkan Sekolah Tatap Muka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X