Aksi Theo, Bocah 5 Tahun, Operasikan Eskavator Keruk Sungai Pascabanjir Ambon

Kompas.com - 04/10/2020, 21:52 WIB
Theo Paays (5) seorang bocah asal Desa Amahusu, Kecamatan, Leitimir Selatan mengoperasikan sendiri eskavator untuk menormalisasi sungai di desa tersebut, Minggu (4/10/2020). Dok. ISTIMEWATheo Paays (5) seorang bocah asal Desa Amahusu, Kecamatan, Leitimir Selatan mengoperasikan sendiri eskavator untuk menormalisasi sungai di desa tersebut, Minggu (4/10/2020).

AMBON, KOMPAS.com - Tidak semua orang dewasa mampu mengoperasikan eskavator dengan baik. Sebab untuk mengoperasikan alat berat tersebut, setiap orang harus memiliki keahlian khusus.

Namun seorang bocah berusia lima tahun asal Desa Hutimuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, bernama Theo Paays mampu menunjukan keahiliannya untuk mengoperasikan alat berat tersebut.

Theo bahkan mengoperasikan alat berat tersebut untuk menormalisasi aliran sungai yang sempat terhalang puing-puing jembatan yang ambruk saat banjir menerjang desa tersebut pada Sabtu malam (3/10/2020).

Aksi Theo ini juga dilanjutkan pada Minggu (4/10/2020) untuk kembali membersihkan sebagian batu besar dan puing jembatan yang menutup instalasi air bersih di desa itu.

Baca juga: 30 Ton Sampah dan Lumpur Diangkut Truk dari Lokasi Banjir di Ambon

Diminta warga normalisasi sungai

Kakek Theo, Anthony Paays mengatakan cucunya mengoperasikan alat berat untuk menormalisasi sungai di desa tersebut atas permintaan warga setempat.

"Waktu banjir tadi malam ada jembatan darurat yang putus di sini lalu batu-batunya jatuh tindih pipanisasi air bersih desa, karena batunya sangat besar-besar dan orang di sini tak bisa angkat lalu mereka datang ke rumah minta bantu angkat," kata Anthony kepada Kompas.com via telepon seluler, Minggu malam.

Baca sebelumnya: Viral Video Bocah 5 Tahun Operasikan Eskavator untuk Bersihkan Puing Jembatan

Anthony menyebut, sebelum warga mendatangi rumahnya pagi tadi, Theo yang telah dianggap sebagai anak bungsunya itu telah mengoperasikan eskavator untuk membongkar puing-puing jembatan yang menutup aliran sungai tersebut.

Theo terpaksa mengoperasikan alat nerat tersebut karena puing-puing jembatan yang menutup aliran sungai itu membuat banjir semakin meluap.

"Itu sungai namanya sungai Waitukang kebetulan di depan rumah. Jadi semalam saat banjir itu sembagian jembatan darurat sudah jatuh tersangkut di batu lalu menghalangi aliran air jadi air meuap, lalu dia (Theo) bongkar pakai eskavator tadi malam lalu kasih hanyut sebagian puing jembatan itu," ungkapnya.

Baca juga: Banjir di Ambon, Rumah Warga Terseret hingga 10 Meter

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 17 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Januari 2021

Regional
Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Pengakuan Warga Probolinggo yang Terdampak Hujan Abu Semeru: Perih di Mata

Regional
Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Peluk Anak Istri Saat Atap Runtuh karena Gempa, Sertu Palemba Korbankan Punggungnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2021

Regional
BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 Januari 2021

Regional
Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Maling Bobol Rumah Satu Keluarga Korban Sriwijaya Air, Warga: Tega, Biadab, Padahal Lagi Berduka

Regional
Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Banjir di Halmahera Utara, Ribuan Warga Bertahan di Sejumlah Titik Pengungsian

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Nilai PPKM Tebang Pilih dan Kurang Tegas

Regional
Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Saat Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Oknum PNS Ini Malah Mabuk dengan LC di Tempat Karaoke

Regional
Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Gunung Semeru Erupsi, Hujan Abu Guyur Probolinggo, Warga Keluhkan Mata Perih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X