Produk Industri Kreatif Lombok Tengah Diusulkan Jadi Merchandise MotoGP Indonesia

Kompas.com - 29/09/2020, 15:15 WIB
kerajinan kain tenun Lombok Tengah Satriadi Ketua Asosiasi pengerajin tenun Lombok Tengahkerajinan kain tenun Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Produk Industri Kecil Menengah (IKM) Lombok Tengah diusulkan menjadi merchandise penonton di ajang MotoGP Mandalika pada 2021.

Plt Kadis Pariwisata Lombok Tengah Nasrun mengatakan, hal itu telah diusulkan kepada penyelenggara Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Baca juga: Detik-detik Seorang Nenek Tewas akibat Kebakaran, Sempat Menolak Diselamatkan Warga

"Supaya bisa menjadi merchandise di balap MotoGP," kata Nasrun usai membuka kegiatan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif, Selasa (29/9/2020).

Nasrun menjelaskan, ada tujuh produk industri kreatif yang diusulkan kepada MGPA, yakni tenun, anyaman, gerabah, perak, woodcraft, dan olahan makanan.

Pemkab Lombok Tengah masih menunggu jawaban dari permohonan yang diajukan pada 2019 tersebut.

Untuk mempersiapkan produk IKM, Pemkab Lombok Tengah terus melakukan pembinaan produk kreatif lokal, salah satunya mendorong masyarakat mempromosikan produknya secara online.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Tenun Lombok Tengah Satriadi mengatakan, pihaknya siap memproduksi tenun untuk dijadikan merchandise bagi penonton MotoGP Indonesia. 

"Kami siap membuat produk tenun untuk merchandise, yang penting jelas seperti apa hitungannya," kata Satria usai mengikuti Bimtek SD dari Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Selasa.

Satriadi mengatakan, sebanyak 1.024 pengusaha tergabung dalam Asosiasi Tenun Lombok Tengah. Para pengusaha itu bisa memproduksi 500 lembar tenun per bulan.

Baca juga: Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Satriadi berharap pemerintah terus mendorong industri kreatif agar tak mati akibat pandemi Covid-19.

"Kalau produksi sekarang ini memang lagi redup, karena Covid-19, saya harap pemerintah dapat membantu untuk membeli produksi dalam daerah," kata Satriadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X