Salah Satu Tim Paslon Pilkada Ogan Ilir Laporkan Petahana, Ini Penjelasan Bawaslu

Kompas.com - 25/09/2020, 21:11 WIB
Tim Advokasi Panca-Ardani menunjukkan surat tanda terima laporan mereka ke Bawaslu Ogan Ilir. Mereka  menuntut KPU menganulir Bupati Petahana Ilyas Panji Alam sebagai salah satu calon di Pilkada Ogan Ilir karena dugaan pelanggaran pilkada. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGTim Advokasi Panca-Ardani menunjukkan surat tanda terima laporan mereka ke Bawaslu Ogan Ilir. Mereka menuntut KPU menganulir Bupati Petahana Ilyas Panji Alam sebagai salah satu calon di Pilkada Ogan Ilir karena dugaan pelanggaran pilkada.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Tim advokasi salah satu paslon pilkada Ogan Ilir mendatangi Bawaslu Ogan Ilir untuk melaporkan dugaan pelanggaran pilkada yang melibatkan calon petahana, Ilyas Panji Alam. 

Pertemuan tim advokasi paslon nomor urut 1 dengan Bawaslu Ogan Ilir berlangsung tertutup. 

ketua Tim Advokasi Panca-Ardani Dhabi K Gumarya usai pertemuan tertutup mengatakan, mereka ke Bawaslu untuk melaporkan dugaan pelanggaran pilkada oleh petahana, serta membawa sejumlah bukti. 

"Pelanggaran itu pertama melantik pejabat enam bulan sebelum pendaftaran yang seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Dhabi kepada wartawan, Jumat (25/9/2020) malam. 

Baca juga: Pengunjuk Rasa Membawa Karung Beras Bansos Bergambar Bupati Ogan Ilir

Pelanggaran lain, yakni memanfaatkan bantuan sosial Covid-19 untuk kepentingan politik pribadinya.

Ketiga, melakukan pelantikan pengurus organisasi karang taruna dengan mengajak calon wakil bupatinya, sehingga terkesan kampanye terselubung. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami punya bukti diantaranya rekaman videonya," tambah Dhabi. 

Dengan bukti itu, tim paslon nomor urut 1 ini menuntut KPU Ogan Ilir agar menarik penetapan paslon petahana Ilyas-Endang dalam Pilkada 9 Desember 2020.

Baca juga: Minta KPU Diskualifikasi Bupati Ogan Ilir, Warga: Dia Mencuri Start, Kampanye Terselubung

Pernyataan Bawaslu

Ketua Bawaslu Ogan Ilir Dermawan Iskandar ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan laporan tim paslon 1 itu akan dikaji dan dilakukan verifikasi.

"Yang digugat adalah surat ketetapan KPU terhadap penetapan (pasangan petahana). Kami akan melakukan verifikasi terlebih dahulu apakah betul penetapan yang dilakukan oleh KPU," katanya. 

"Jika dalam verifikasi ditemukan unsur yang dilanggar maka akan dilakukan rapat untuk secara tertutup dan tetbuka menentukan keputusan Bawaslu. Karena yang dituntut adalah ketetapan KPU bisa saja ada perubahan ketetapan dari KPU." 

Tenggat waktu proses itu sendiri jelas Iskandar adalah selama 12 hari. 

Kompas.com mencoba mengkonfirmasi soal dugaan pelanggaran ke sejumlah tim pendukung paslon petahana melalui telepon. Namun hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan respons. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X