Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Kompas.com - 25/09/2020, 20:29 WIB
Terpidana cambuk kasus perkosaan terhadap anak dibawah umur meminta jeda terhadap proses cambuk yang dilakukan terhadap dirinya, Kamis (24/9/2020).  Ia divonis 175 kali cambukan, namun baru pada hitungan ke-52 Terpidana terpaksa ditangguhkan prosesn pencambukkannya karena mengalami ruam lecet dipunggungnya, sehingga hukuman cambuk dilanjutkan setelah kondisi terpidana sembuh kembali. KOMPAS.COM/DASPRIANI Y. ZAMZAMITerpidana cambuk kasus perkosaan terhadap anak dibawah umur meminta jeda terhadap proses cambuk yang dilakukan terhadap dirinya, Kamis (24/9/2020). Ia divonis 175 kali cambukan, namun baru pada hitungan ke-52 Terpidana terpaksa ditangguhkan prosesn pencambukkannya karena mengalami ruam lecet dipunggungnya, sehingga hukuman cambuk dilanjutkan setelah kondisi terpidana sembuh kembali.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Eksekusi cambuk terhadap seorang pelaku perkosaan terhadap anak terpaksa ditangguhkan karena terpidana mengalami ruam lecet pada punggungnya.

Seharusnya terpidana menjalani hukuman 169 kali cambukan. Namun cambukan baru 52 kali, eksekusi harus ditangguhkan hingga terpidana dari segi kesehatan layak melanjutkan hukuman cambuk.

Terpidana hukum cambuk itu bernama Roni bin M Hasan (28). Ia divonis bersalah karena memperkosa seorang anak di bawah umur di kawasan Banda Aceh, Aceh, pada Mei 2020 lalu.

Pria itu harus menerima hukuman cambuk sebanyak 169 kali.

Roni juga terbukti melanggar Pasal 50 jo Pasal 1 Angka 30 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, karena memperkosa anak di bawah umur.

Baca juga: Lakukan Pelecehan Seksual, 2 Pemuda Dihukum Cambuk Ratusan Kali

Hukuman cambuk dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh di Taman Bustanussalatin Banda Aceh, Kamis (24/9/2020).

Jaksa Penuntut Umum, Mahkamah Syariyah, Isna, menyebutkan pada proses eksekusi cambuk, Roni harus menjalani hukuman 169 kali cambukan setelah dipotong masa tahanan 180 hari.

Di hadapan eksekutor,  pria tanpa pekerjaan tetap ini terlihat pasrah menerima vonis tersebut. Dengan mengenakan jubah putih, dia pun siap menerima cambukan dari algojo.

Namun dalam proses cambuk, berkali-kali Roni mengangkat tangan pertanda ia minta jeda.

Pada hitungan ke-52 Roni menyerah dan mengaku kesakitan.

Dari hasil pemeriksaan tim dokter,  terdapat ruam merah yang cukup parah bekas cambukan di punggung Roni.

Atas rekomendasi tim kesehatan, algojo pun diminta untuk menghentikan sementara hukuman cambuk terhadap Roni hingga luka ruam di punggungnya sembuh total.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan memang ada ruam merah yang cukup berat di punggung sebelah kanan, dan jika eksekusi cambuk ini terus dilanjutkan bisa menyebabkan luka dan berdarah, makanya kita rekomendasikan untuk ditangguhkan dulu dan dilanjutkan jika lecetnya sudah sembuh total nanti,” jelas Dokter Sarah, tim Kesehatan 119, yang mendampingi proses eksekusi cambuk, Kamis (24/9/2020)

Eksekutor pun memutuskan untuk menangguhkan proses cambuk bagi Roni. Hukuman cambuk akan dilanjutkan setelah luka ruam di punggung terpidana Roni sembuh.

Selain Roni,  pada saat yang sama, jaksa juga menghukum cambuk tiga pelaku maisir alias judi. Hukuman yang diterima bervariasi mulai dari enam kali hingga sembilan kali cambukan.

Baca juga: Main Judi Togel, Warga Lhokseumawe Kena Hukuman Cambuk 17 Kali

Kelima terpidana maisir tersebut yakni T Armia bin Alm TM Hasan dan Zulfikar bin M Nur, masing-masing sembilan kali cambuk.

Kemudian Ikhwani bin Alm M Daud, Muksalmina bin Rasyidin, dan Zainal Mahyal Muslem bin Muslem yang dihukum cambuk masing-masing enam kali.

Majelis hakim Mahkamah Syariah Banda Aceh memvonis kelima terpidana terbukti bersalah melanggar Pasal 18 jo Pasal 1 Angka 22 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Regional
17 Hari Hilang, Keberadaan Prada Hengky Masih Misteri, Pencarian Tetap Dilanjutkan

17 Hari Hilang, Keberadaan Prada Hengky Masih Misteri, Pencarian Tetap Dilanjutkan

Regional
Debat Pilkada Pandeglang Memanas, Petahana Pamer Bangun Jalan Rusak, Thoni Sebut Irna Bohongi Publik

Debat Pilkada Pandeglang Memanas, Petahana Pamer Bangun Jalan Rusak, Thoni Sebut Irna Bohongi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X