Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Kompas.com - 24/09/2020, 06:00 WIB
Ratusan massa berunjukrasa di KPU Dompu, Rabu (23/09/2020) karena salah satu Paslon yang mereka usung dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan atau gagal lolos di Pilkada 2020. KOMPAS.COM/SYARIFUDINRatusan massa berunjukrasa di KPU Dompu, Rabu (23/09/2020) karena salah satu Paslon yang mereka usung dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan atau gagal lolos di Pilkada 2020.

DOMPU, KOMPAS.com - Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Syaifurrahman Salman-Ika Risky Veryani gagal maju dalam Pilkada Dompu 2020.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dompu menilai pasangan itu tak memenuhi syarat sebagai calon kepala daerah terkait status mantan narapida korupsi yang menjerat Syaifurrahman.

Keputusan itu diambil setelah rapat pleno penetapan peserta pilkada pada Rabu (23/9/2020).

"Berdasarkan hasil pleno, dari tiga bakal calon ada satu yang tidak memenuhi syarat (TMS). Yaitu atas nama Syaifurrahman Salman dan Ika Risky Veriyani," ungkap Ketua KPU Dompu Arifuddin usai rapat pleno, Rabu.

Baca juga: Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Syaifurrahman tersangkut masalah jeda waktu pembebasan akhir sebagai mantan narapida.

Berdasarkan PKPU, seorang mantan narapidana korupsi bisa mencalonkan diri di pilkada setelah melewati jeda lima tahun setelah menyelesaikan hukuman penjara.

"Sementara, masa jeda Syaifurrahman ini belum mencapai lima tahun," kata Arifuddin.

Syaifurrahman yang merupakan mantan Wakil Bupati Dompu itu pernah terlibat kasus tindak pidana korupsi pada 2011. Saat itu, Syaifurrahman dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Terkait status hukum Syaifurrahman, Arifuddin menegaskan, KPU sudah melakukan pengecekan ke Lapas Kelas 2 Mataram.

"Berdasarkan hasil klarifikasi KPU dengan Kalapas Kelas 2 Mataram bahwa Syaifurrahman pertama kali ditahan pada tanggal 13 Mei 2011 dan menjalani pembebasan bersyarat 27 Oktober 2015. Sedangkan pembebasan akhir pada 28 Maret 2016," tutur Arifuddin.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Regional
Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Regional
Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Regional
2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

Regional
Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Regional
Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Regional
Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Regional
Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Regional
Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Regional
Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X