Kebakaran Pasar Wage Purwokerto Disebabkan Korsleting

Kompas.com - 23/09/2020, 10:25 WIB
Tim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020). KOMPAS.COM/HANDOUTTim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (22/9/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Polisi memastikan bahwa kebakaran di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, disebabkan korsleting.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng, sumber api berasal dari korsleting di lantai 1.

"Hasil olah TKP secara lisan diketahui penyebab utama terjadinya kebakaran di Pasar Wage adalah terjadinya korsleting listrik, tepatnya di jalur Blok B 02," kata Berry melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Kerugian akibat Kebakaran Pasar Wage Purwokerto Capai Rp 20 Miliar

Pada kesempatan berbeda, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, pedagang yang terdampak kebakaran untuk sementara waktu diperbolehkan berjualan di sepanjang Jalan Vihara yang berada di sisi utara pasar.

Pemkab juga akan membuat bedeng darurat bagi para pedagang.

Husein berharap pekan ini pedagang dapat menempati bedeng darurat sambil menunggu perbaikan bangunan.

"Bangunan yang terbakar akan dikaji apakah dapat dipakai kembali dengan penguatan di sana sini atau harus dibongkar karena betonnya terbakar selama empat jam. Kajian harus selesai dalam 20 hari," jelas Husein.

Menurut Husein, perbaikan bangunan akan menggunakan ABPD kabupaten dan provinsi.

Baca juga: Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (21/9/2020) dini hari.

Total kios yang terbakar di lantai 1 Blok B sebanyak 37 dan 9 los. Kemudian, di lantai 2 Blok S sebanyak 19 kios dan 16 los.

Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 20 miliar, terdiri atas bangunan senilai Rp 12 miliar dan dagangan sekitar Rp 8 miliar. Adapun jumlah pedagangan yang terdampak sebanyak 141 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X