Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/09/2020, 16:34 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Kerugian akibat kebakaran di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditaksir mencapai Rp 20 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yunianto mengatakan, kerugian tersebut terdiri atas bangunan dan dagangan.

"Ditaksir Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk bangunan sekitar Rp 12 miliar, sedangkan untuk dagangan sekitar Rp 8 miliar lebih," kata Yunianto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Ibu dan 2 Anaknya Tewas dalam Kebakaran Toko di Bireuen, Aceh

Yunianto mengatakan jumlah pedagang yang terdampak kebakaran sekitar 141 orang yang terbagi di lantai 1 dan 2.

"Pedagang yang terdampak akan kami relokasi ke bedeng darurat. Untuk lokasinya baru akan kami bahas nanti," ujar Yunianto.

Sementara itu, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng melakukan olah TKP di lokasi kebakaran, Selasa.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry mengatakan, hingga saat ini belum dipastikan penyebab kebakaran.

"Kami belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dari mana," ujar Berry.

Baca juga: Polisi Sebut Banyak CCTV Ikut Rusak Akibat Kebakaran di Kejagung

Berry menjelaskan, total kios yang terbakar di lantai 1 blok B sebanyak 37 dan 9 los. Kemudian di lantai 2 blok S sebanyak 19 kios dan 16 los.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (21/9/2020) dini hari.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Beruntung api dapat dilokalisir sehingga tidak merembet ke blok yang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com