4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

Kompas.com - 23/09/2020, 08:53 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat, ada 4 kantor pemerintahan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjadi klaster penularan Covid-19.

Masing-masing yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),  Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappeda), dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).

"Selain itu, PDAM," ujar Bupati Bogor Ade Yasin seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Dari 4 kantor pemerintahan tersebut, Dinas PUPR memiliki pegawai yang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19, yaitu sebanyak 8 orang.

Kemudian Bappeda 3 orang; PDAM 2 orang; dan DPKPP 1 orang.

"Penyebabnya bermacam-macam, ada yang tertular dari keluarga, kita juga cari penyebabnya. Yang jelas, sudah diperiksa siapa saja yang kontak erat dengan mereka yang positif," kata Ade.

Baca juga: Penjelasan BMKG soal Penyebab Banjir Bandang di Sukabumi

Saat ini, pelayanan di kantor-kantor yang menjadi klaster penularan Covid-19 telah dialihkan sepenuhnya melalui sistem digital atau secara daring.

Hingga 21 September 2020, Gugus Tugas Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 1.396 kasus Covid-19 di wilayahnya.

Adapun rinciannya, 48 kasus meninggal dunia dan 856 pasien yang berhasil sembuh.

Pada periode yang sama, Gugus Tugas Kabupaten Bogor mencatat ada 34 kecamatan berstatus zona merah penularan Covid-19.

Kemudian, 5 kecamatan berstatus zona oranye, dan hanya 1 kecamatan berstatus zona hijau.

Status zona penularan tersebut terus berubah seiring berubahnya data pasien aktif Covid-19 dan pasien suspect.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X