Penyerangan Syekh Ali Jaber, Polisi Temukan Unsur Kebencian, Pengamat: Ada Indikasi ke Kelompok Radikal

Kompas.com - 18/09/2020, 16:15 WIB
Ulama Syekh Ali Jaber menjadi korban penikaman seorang pria saat berceramah di Bandar Lampung pada Minggu (13/09). YOUTUBE SYEKH ALI JABERUlama Syekh Ali Jaber menjadi korban penikaman seorang pria saat berceramah di Bandar Lampung pada Minggu (13/09).
Editor Rachmawati

"Jadi sejauh ini tidak ada yang mengarah ke tindakan radikalisme. Ini murni dari pribadi tersangka."

Kendati demikian, polisi akan terus mendalami motif pelaku untuk memastikan ada-tidaknya kaitan dengan jaringan terorisme dengan supervisi dari Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) termasuk tim psikiater Pusdokes Polri untuk memeriksa kejiwaan tersangka.

Baca juga: Menurut Rekonstruksi, Penusuk Syekh Ali Jaber Berencana Membunuh

"Karena kami tidak yakin bahwa pelaku dalam kondisi terganggu jiwanya. Karena dia sadar melakukan itu [penusukan]."

Senada dengan Polda Lampung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar, menyatakan sejauh ini tidak ditemukan keterkaitan dengan jaringan teror dan radikalisme.

"Termasuk kita juga menelusuri jejak digitalnya apakah yang terkait pernah ada komunikasi atau menyampaikan atau penyebarluasan hal-hal terkait masalah radikal, intoleran. Kita masih belum mendapat hal yang mengarah ke sana," kata Boy Rafli.

Baca juga: Mahfud MD: Polanya Selalu Sama, Ada Kemungkinan Penusuk Syekh Ali Jaber Terorganisasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengamat terorisme: Hanya kelompok JAD yang benci terhadap ulama

Namun demikian pengamat terorisme, Ridlwan Habib, mengatakan motif kebencian dalam diri pelaku terhadap Syekh Ali Jaber patut diduga mengarah kepada kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Pasalnya kelompok JAD kerap melakukan penyerangan terhadap ulama yang menganjurkan persatuan dan perdamaian.

"Karena hanya kelompok JAD yang benci terhadap ulama yang menganjurkan persatuan. Bagi mereka hal itu sudah keluar dari ajaran Islam dan boleh diserang," tutur Ridlwan Habib saat dihubungi BBC.

Baca juga: Gelar Pra-rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber, Jalan 2 Km Sekitar TKP Ditutup

Karena itu ia menyarankan kepolisian agar menggali lebih dalam apakah insiden tersebut hanya sebatas tindak kriminal murni atau tidak.

"Itu harus dicek apakah ada interaksi dengan JAD," sambungnya.

Sejauh pengamatan Ridlwan, Syekh Ali Jaber dikenal sebagai ulama yang moderat dan selalu menyuarakan toleransi dan persatuan.

Ulama yang mulai berdakwah di Indonesia dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun 2012 ini juga pernah diundang oleh Presiden Jokowi pada Februari tahun lalu.

Setelah insiden penusukan terjadi, sejumlah pejabat seperti Menkopolhukam Mahfud MD dan Kepala Staf Presiden Moeldoko mengunjunginya.

Baca juga: Terkait Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber, Mahfud MD: Sakit Jiwa atau Tidak, Biar Hakim yang Tentukan

Seperti apa kronologi penusukan Syekh Ali Jaber?

Tersangka penusukan Syekh Ali Jaber, AA (24) digiring aparat kepolisian di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Tersangka penusukan Syekh Ali Jaber, AA (24) digiring aparat kepolisian di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (14/9/2020).
Peristiwa penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber terjadi di Masjid Falahuddin yang berlokasi di Kecamatan Teluk Karang Barat, Bandar Lampung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.