Pilkada Lamongan 2020, Cawabup dari Jalur Independen Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan

Kompas.com - 16/09/2020, 10:18 WIB
Ilustrasi: Pilkada Serentak ANTARA FOTO/Nova WahyudiIlustrasi: Pilkada Serentak

LAMONGAN, KOMPAS.com - Konfigurasi kandidat yang bakal bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamongan 2020 besar kemungkinan bakal mengalami perubahan, menyusul hasil tes kesehatan yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan mengenai kondisi bakal pasangan calon yang sudah melakukan pendaftaran.

Sebelumnya ada tiga pasangan calon (paslon) yang telah mendaftar ke KPU Lamongan.

Mereka yakni Yuhronur Efendi-KH Abdul Rouf, Kartika Hidayati-Saim, dan Suhandoyo-Muhammad Suudin yang maju dari jalur perseorangan atau independen.

Namun, dari hasil tes kesehatan yang diterima oleh jajaran KPU Lamongan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, selaku rumah sakit rujukan yang ditetapkan, Suudin yang menjadi pasangan dari Suhandoyo dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Baca juga: Golkar Beri Rekomendasi kepada CEO Persela di Pilkada Lamongan 2020

"Oleh tim pemeriksa kesehatan RSUD Dr Soetomo, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS)," ujar ketua KPU Lamongan Mahrus Ali, saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020) malam.

Lantaran dinyatakan TMS, lanjut Mahrus, KPU Lamongan yang sudah menggelar rapat pleno terbuka hasil verifikasi penelitian keabsahan dokumen persyaratan bakal calon kemudian memberikan waktu kepada Suhandoyo untuk mengajukan sosok pengganti Suudin sebagai pasangannya dalam Pilkada Lamongan 2020.

"Kami berikan waktu tiga hari, sejak tanggal 14 (September) sampai 16," terang dia.

Adapun sosok yang bakal diajukan untuk menggantikan posisi Suudin berpasangan dengan Suhandoyo, nantinya diharuskan melengkapi berkas persyaratan paling lambat tanggal 22 September 2020 sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Baca juga: PAN Beri Rekomendasi untuk Yuhronur Efendi di Pilkada Lamongan 2020

Sementara, saat dikonfirmasi terpisah, Suhandoyo belum dapat memberikan penjelasan secara detail mengenai siapa figur baru yang bakal menggantikan sosok Suudin, sebagai pendampingnya dalam Pilkada Lamongan 2020 mendatang.

"Saya masih rapat di Surabaya, mas," ujar Suhandoyo, singkat melalui aplikasi WhatsApp.

Menurut rencana, sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan, KPU Lamongan bakal melaksanakan pengundian nomor urut paslon yang bakal bersaing di Pilkada Lamongan 2020 pada tanggal 24 September mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X