Kompas.com - 15/09/2020, 09:02 WIB
Rambu larangan sepeda masuk jalan tol Jasa MargaRambu larangan sepeda masuk jalan tol

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Rombongan pesepeda yang masuk ke Jalan Tol Jagorawi tepatnya Km 46+500, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terancam dipidana.

Polisi menjerat rombongan pesepeda yang melawan arah di jalan Tol Jagorawi tersebut, dengan Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Demikian yang disampaikan Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi Korlantas Polri, Kompol Kamila Tasran dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin (14/9/2020).

"Perbuatan mereka dapat dipidana sesuai pasal 63 ayat 6 UU No 38 Tahun 2004 tentang jalan yang menyebutkan setiap orang selain pengguna jalan tol dan petugas jalan tol yang dengan sengaja memasuki jalan tol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dipidana kurungan paling lama 14 hari atau denda paling banyak 3 juta," kata Kamila.

Baca juga: Rombongan Pesepeda Masuk Tol, Polisi: Bisa Dipidana 14 Hari atau Denda Maksimal Rp 3 Juta

Dia menjelaskan bahwa tindakan pengendara sepeda yang masuk dan menggunakan jalan tol tersebut telah membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kendati pun tak ada kecelakaan pada saat kejadian.

Perbuatan yang dilakukan oleh pesepeda tersebut telah bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Pasal 38 ayat 1 bahwa jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda 4 atau lebih.

Atas dasar itu, kurungan 14 hari tergolong pantas buat pesepeda tersebut karena mereka pun telah mengakui kesalahan dan menerima konsekuesi hukum atas segala kesalahan yang telah terjadi.

"Inisial yang masuk tol yaitu WT (asal Bekasi), SO (Bekasi) MY (malebo barat kandangan Temanggung), UM (babakan kelurahan mustikasari), AF (Bekasi), AS (Narogong), dan NS (Bekasi). Rombongan ini menyebrang di Simpang Polingga km 46 dan berkendara melawan arus menuju rest area km 45," sebut Kamila.

Sebelumnya diberitakan, salah satu rombongan pesepeda berinisial SO mengakui bahwa ia bersama 6 rekan lainnya ingin bersepeda ke Puncak dengan tujuan ke sebuah kafe.

Namun sekembalinya dari lokasi, rombongannya terpecah di tengah perjalanan sehingga terpaksa masuk ke jalan Tol Jagorawi tersebut.

Baca juga: Ini Alasan 7 Pesepeda Masuk Jalan Tol Jagorawi Bogor

Terlebih pada saat itu kondisi fisik sangat lelah dan tidak fokus mengejar ketertinggalan.

"Saat itu lelah dan tidak fokus akibat mengejar ketertinggalan dengan rombongan lain. Sehingga tidak melihat adanya rambu sepeda dilarang masuk ke tol," kata SO memberi keterangan di kantor PJR Tol Jagorawi Korlantas Polri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X