Kompas.com - 07/09/2020, 15:24 WIB
Wakil Bupati Kabupaten OKU Johan Anwar ditahan penyidik Polda Sumsel setelah dilakukan pemeriksaan selama 12 jam, Selasa (14/1/2020). Johan ditahan lantaran diduga kuat melakukan mark up terkait pengadaan lahan kuburan. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAWakil Bupati Kabupaten OKU Johan Anwar ditahan penyidik Polda Sumsel setelah dilakukan pemeriksaan selama 12 jam, Selasa (14/1/2020). Johan ditahan lantaran diduga kuat melakukan mark up terkait pengadaan lahan kuburan.

 

OKU, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan PKB yang menjadi partai pendukung pasangan petahana Kuryana Aziz-Johan Anwar di Pilkada Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, tak mempermasalahkan status tersangka yang kini disandang oleh calon mereka.

Seperti diketahui, Johan Anwar ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi lahan kuburan di Kabupaten OKU. Berkas Johan pun kini masih ditangani oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Fahlevi Maizano mengatakan, pasangan petahana ini dinilai berhasil memimpin OKU. Sehingga, seluruh partai di kabupaten tersebut mendukung pencalonan mereka.

Baca juga: Saat Tersangka Korupsi Kembali Maju di Pilkada OKU, Diusung 11 Partai dan Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Fahlevi menjelaskan, saat ini sudah ada 12 partai di parlemen dan tiga partai non parlemen yang ikut memberikan dukungan ke pasangan calon Kuryana Aziz-Johan Anwar.

"Kami menganggap dukungan PDI-P sudah tepat melanjutkan pembangunan di OKU. Status tersangka, silakan saja proses hukum dijalankan, yang pasti kan Johan itu bebas karena masa tahanan sudah habis, kami anggap pembuktian belum cukup," kata Fahlevi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Senin (7/9/2020).

Jika status tersangka Johan menjadi polemik, seluruh partai di OKU tidak akan mendukung pasangan tersebut. Namun, sampai saat ini hal itu dianggap tidak menjadi hambatan.

"PDI-P tidak mempermasalahkan status tersangka dari Johan Anwar, karena itu instruksi dari ketua umum. Dengan adanya mandat yang diberikan kepada mereka, maka semua kader harus berjuang dan memenangkan pasangan tersebut," ujarnya.

Secara terpisah, Ketua DPC PKB Kabupaten OKU Robi Vitergo juga berpendapat sama.

Menurutnya, pasangan calon petahana Kuryana Azis-Johan Anwar telah mengikuti fit and proper test di Jakarta sebelum diusung oleh partai.

"Itu kan kasus (Johan Anwar) yang lama terus diangkat lagi, kita serahkan ke proses hukum sampai inkrah. Kita asas praduga tak bersalah saja, karena negara kita negara hukum, sebelum inkrah kita harus praduga tidak bersalah," kata Robi, melalui sambungan telepon.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X