Menengok Desa Gunung Jampang Garut, Puluhan Tahun Tak Tersentuh Sinyal Ponsel dan Internet

Kompas.com - 05/09/2020, 08:21 WIB
Puncak baru, salahsatu spot di Desa Gunung Jampang yang memiliki sinyal internet dan telepon, Jumat (4/9/2020) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGPuncak baru, salahsatu spot di Desa Gunung Jampang yang memiliki sinyal internet dan telepon, Jumat (4/9/2020)

 

Desa miskin, urutan pertama kasus stunting

Dengan kondisi akses jalan masuk yang jelek, Rahmat mengaku pasrah jika desanya ditetapkan sebagai desa miskin. Karena, memang kenyataannya sulit membangun ekonomi desanya jika kondisi infrastruktur jalan masih seperti saat ini.

Desa Gunung Jampang juga urutan pertama kasus stunting di Jawa Barat, karena memang kondisi infrastruktunya seperti ini, tahun kemarin saja ada ibu yang hamil meninggal dengan anaknya saat akan melahirkan, karena susah dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Pendidikan, ekonomi dan kesehatan di desanya, menurut Rahmat memang jauh tertinggal dibanding desa lainnya. Hal ini terjadi karena akses jalan masuk ke desanya yang sangat buruk. Padahal, potensi pertanian cukup besar selama ini dan sulit dijual keluar desanya karena harganya mahal karena ongkosnya.

“Harga semen disini, dua kali lipat di kota, belum barang-barang lainnya, hasil pertanian dari sini juga sulit dibawa keluar dan harganya sulit bersaing karena ongkosnya besar,” katanya.

Masyarakat tak bisa akses bantuan yang diajukan online

Di masa Pandemi Covid-19, menurut Rahmat, derita warga desanya makin bertambah. Karena, program-program bantuan kebanyakan harus diakses atau diajukan secara online. Sementara, di desanya sama sekali tidak bisa mendapatkan fasilitas internet.

“Program-program bantuan sosial Covid-19, begitu pengajuannya pakai aplikasi, hanya 7 KK yang dapat, itupun bukan kita yang mengajukan. Padahal, data warga miskin di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), ada 600 KK warga miskin atau 50 persen dari jumlah KK yang ada,” katanya.

Program bantuan sosial lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), menurut Rahmat para penerima harus menggesek bantuan ke desa tetangga yang ada jaringan internet dan sinyal handphone. Makanya, penggesekan bantuan biasanya dikolektifkan mengingat ongkos untuk sampai ke desa tetangga cukup mahal.

“Kartunya dititipkan pada orang yang bisa dipercaya, yang jadi masalah bantuan sembako dari Gubernur yang disalurkan oleh PT Pos, kan tidak bisa dikirim sampai ke Gunung Jampang, akhirnya kita yang jemput ke kecamatan. Padahal aturannya tidak boleh, kita juga harus mengeluarkan ongkos angkut sampai Rp 1,5 juta,” katanya.

Ingin jaringan telekomunikasi masuk desa

Rahmat menuturkan, jika memang infrastruktur jalan belum bisa dibangun, minimal, jaringan telekomunikasi bisa masuk ke desanya. Karena, hal ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintahan desa dan warga desanya.

Karena, sampai saat ini, satu-satunya cara cara untuk mensosialisasikan program-program pemerintah hanya dengan cara mendatangi langsung warga atau mengundang pengurus RW ke desa.

“Kalau disini, sosialisasinya sampai sekarang pakai SMS, Sosialisasi Make Suku (kaki/berjalan kaki), jika ada surat dari pemda, paling cepat baru bisa tiga hari disosialisasikan ke warga dengan mengundang rapat di desa,” katanya.

Rahmat mengakui, tahun 2020 ini, memang Pemkab Garut sudah merencanakan membangun jalan ke Desa Gunung Jampang dari Desa Linggamanik Kecamatan Pamulihan sepanjang 31 kilometer dengan anggaran mencapai Rp 16 miliar.

Sialnya, karena ada Pandemi Covid-19, anggaran pembangunan jalan ke desanya harus dihapus demi efisiensi dan penanggulangan wabah Covid-19. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X