Kompas.com - 01/09/2020, 08:14 WIB
Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di Keraton , Yogyakarta, memberikan penjelasan kuliah tatap muka. Kamis (13/8/2020) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowKadarmanta Baskara Aji saat ditemui di Keraton , Yogyakarta, memberikan penjelasan kuliah tatap muka. Kamis (13/8/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) berencana mulai melakukan pembelajaran dengan tatap muka pada pertengahan September.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui awak media di Keraton Yogyakarta, Senin (31/8/2020).

"Beliau (gubernur) sudah dhawuh (memerintahkan) kapan sekolah dimulai, nantinya saya akan bertemu dengan gugus tugas bidang pendidikan DIY maupun kabupaten atau kota," katanya.

Baca juga: DIY Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Covid-19

Menurutnya, yang pertama kali akan melakukan pembelajaran dengan tatap muka adalah tingkat perguruan tinggi setelah itu barulah diikuti oleh jenjang yang ada di bawahnya.

"Kenapa mahasiswa dulu karena mahasiswa ini lebih dewasa dan mampu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan pembicaraan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang jelas kita akan kumpulkan dulu supaya disiapakan dulu dan kalau untuk (pembelajaran tatap muka) mahasiswa mulai September," ucapnya.

Baca juga: KBM Tatap Muka di Banyumas, Kurikulum dan Jam Pelajaran Dikurangi

Aji menilai, sarana dan prasarana di tingkat perguruan tinggi lebih lengkap jika dibandingkan dengan sekolah. Ditambah lagi dengan mahasiswa yang lebih dewasa dibanding dengan siswa sekolah.

"Mahasiswa lebih dewasa dan lebih mampu menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran COVID-19, pertengahan september sudah dalam proses," katanya.

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, pihaknya telah membuat standar operasional prosedur (SOP) bagi murid SMK yang akan melakukan praktikum di tengah pandemi Covid-19, namun hingga saat ini praktikum belum berjalan hingga sekarang.

"Saat ini kebijakan Bapak Gubernur (DIY) belum memungkinkan untuk melakukan (pembelajaran) tatap muka sampai mungkin tanggap darurat ini selesai," katanya.

Sehingga praktikum tersebut belum berlangsung di DIY untuk bulan ini. Selain itu, pihaknya masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 di DIY sebelum memutuskan membuka kembali praktikum secara tatap muka untuk murid SMK.

"Nah mungkin kita tetap memperhatikan itu (status tanggap darurat) sambil melihat perkembangan kasus di DIY seperti apa. Apakah terjadi peningkatan signifikan atau apa kedepannya," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X