BPBD Kulon Progo Siapkan 1,6 Juta Liter Air Bersih Hadapi Kekeringan

Kompas.com - 31/08/2020, 23:20 WIB
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan truk tangki untuk membagi air dari rumah ke rumah di Pedukuhan Junut, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh. Pemkab melalui BPBD Kulon Progo mengelola bantuan air bersih ini . KOMPAS.COM/DANI JULIUSPemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggunakan truk tangki untuk membagi air dari rumah ke rumah di Pedukuhan Junut, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh. Pemkab melalui BPBD Kulon Progo mengelola bantuan air bersih ini .

KULON PROGO, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui BPBD menyiapkan 1,6 juta liter air bersih untuk menghadapi kekeringan.

Pemkab Kulon Progo menerbitkan SK Bupati Nomor 281/A/2020 tentang Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Kekeringan di Kulon Progo untuk mengantisipasi bencana ini.

Status Siaga Darurat diberlakukan dari 1 Agustus hingga 30 November 2020.

"Anggaran sudah ada. Sekarang sedang proses untuk pengadaan (persediaan air),” kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi di kantornya, Senin (31/8/2020).

Baca juga: Kekeringan Diprediksi Melanda NTT, Ini Daftar Daerah Berstatus Awas

Pemerintah menganggarkan Rp 80 juta dari pos biaya tidak terduga pada APBD Kulon Progo.

Ariadi menuturkan, dana itu nanti untuk penyaluran air bersih kepada warga, hingga penanganan kebakaran yang biasanya ikut meningkat pada musim kemarau.

BPBD akan menyediakan 320 tangki air ukuran 5.000 liter per tangki sepanjang status siaga berlaku.

Kulon Progo sudah memasuki awal musim kemarau mulai beberapa bulan lalu, namun puncak kemarau akan terjadi antara bulan Agustus dan September.

Selama ini, bantuan air bersih sebanyak 250 liter diberikan Dinas Sosial Provinsi DIY yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kulon Progo.

Baca juga: Sumsel Mulai Alami Kekeringan, Antisipasi Karhutla Mulai Disiapkan

Kondisi Kulon Progo memang belum seluruhnya kesulitan air meski sudah memasuki musim kemarau.

Level air baku di waduk dinilai masih normal, irigasi juga masih bisa mengairi sawah.

Saat ini, BPBD baru menerima keluhan dari masyarakat yang pada dua desa di Kecamatan Pendoworejo di Kapanewon Girimulyo dan Banjararum di Kalibawang.

Ini berbeda dengan tahun lalu, di mana kekeringan melanda sebagian besar wilayah Kulon Progo.

“Tahun lalu ada delapan kecamatan yang mengalami kekeringan dan kesulitan air,” kata Ariadi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Prokat Edi Wibowo mengatakan, jaringan penyaluran air ke masyarakat semakin berkembang baik dalam hal kapasitas, unit, maupun jaringannya.

Baca juga: Kekeringan, Warga Paranggupito Wonogiri Jual Emas dan Ternak untuk Beli Air Bersih

Selain itu, banyak pembangunan unit maupun pengembangan kapasitas untuk penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) sepanjang tahun lalu.

Upaya pemerintah ini membuat ketersediaan air bersih masih cukup di beberapa daerah.

“Karena semakin banyak daerah terjangkau fasilitas pengairan, seperti jaringan PDAM dan Pamsimas desa. Bahkan di Samigaluh ada yang sudah sampai rumah. Pertemuan dengan perwakilan kecamatan (terungkap) belum ada warga yang sambat (mengeluh). Entah kalau beberapa bulan ke depan,” kata Edi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X