Puluhan Lukisan Tentang Covid-19 Karya 30 Seniman Jatim Dipamerkan di Jember

Kompas.com - 27/08/2020, 18:27 WIB
Pengunjung pameran karya seni lukis di pusat belanja matahari Jember. Pameran digelar oleh Dewan Kesenian Jawa Timur BAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COMPengunjung pameran karya seni lukis di pusat belanja matahari Jember. Pameran digelar oleh Dewan Kesenian Jawa Timur

JEMBER, KOMPAS.com – Puluhan lukisan dipajang di lantai tiga sebuah pusat perbelanjaan pada Kamis (27/8/2020).

Lukisan tersebut merupakan karya para pelukis asal Jawa Timur. Lukisan yang dipamerkan menggambarkan berbagai hal tentang pandemi Covid-19.

Baca juga: Benarkan Ponsel Milik ASN Wanita di Bondowoso Hilang, Ini Penjelasan Polisi

Pameran seni lukis itu digelar oleh Dewan Kesenian Jawa Timur sejak 22 hingga 27 Agustus 2020. Tema yang diangkat adalah art in the age of Covid-19 to give hope, to inform, to inspire.

Sekitar 30 pelukis terlibat dalam pameran yang memajang 60 lukisan ini.

Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Hidayat mengatakan, pameran ini bertujuan mengajak pelaku seni agar tidak takut berkreativitas di tengah pandemi Covid-19.

“Covid-19 harus menjadi motivasi untuk hidup lebih baik,” kata dia kepada Kompas.com via telepon, Kamis.

Menurutnya, pelaku seni perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru, budaya baru, dan tampilan baru. Sebab, pandemi Covid-19 sudah merubah tatanan kehidupan, mulai dari kebudayaan, politik, kemanusiaan, dan lainnya.

Ekonomi para pelaku seni rupa memang terdampak akibat Covid-19. Pameran yang diadakan selalu sepi.

Namun, hal itu harus membuat para seniman semakin kreatif. Pelaku seni, kata Taufik, harus berekspresi dengan gaya hidup baru.

Sementara itu, Ketua Komunitas Perupa Jember (KPJ) Wibisono menambahkan, pameran tersebut menjadi wadah kerinduan para seniman di Jember untuk memamerkan karya. Sebab, selama pandemi Covid-19, mereka tidak bisa menggelar pameran.

“Khawatir apakah akan ada yang menonton, apakah aman dari penularan Covid-19,” kata dia kepada Kompas.com di lokasi.

Wibisono menilai, banyak pelukis yang ekonominya terdampak karena Covid-19. Biasanya meraka mengirimkan karya lukis ke Bali untuk dijual kepada turis.

Baca juga: Jerinx Tulis Surat Saat Ditahan di Rutan Polda: Hasil Tes Swab Saya Negatif Covid-19

Kini, mereka tak bisa mengirimkan karya karena belum ada turis asing yang berkunjung ke Bali.

“Pameran ini untuk mengedukasi masyarakat, bahwa seni rupa itu tidak murah,” jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X