Kasus Jaksa Peras 63 Kepala SMP di Inhu, Dua Kepsek Diperiksa Kejagung

Kompas.com - 25/08/2020, 13:33 WIB
Kepala SMP Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu saat berada di Kejati Riau di Pekanbaru untuk memenuhi pemanggilan terkait kasus pemerasan yang dilakukan oknum Kejari Inhu, Senin (20/7/2020). KOMPAS.COM/IDONKepala SMP Negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu saat berada di Kejati Riau di Pekanbaru untuk memenuhi pemanggilan terkait kasus pemerasan yang dilakukan oknum Kejari Inhu, Senin (20/7/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran kantor tidak menjadi hambatan bagi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sedang ditangani.

Salah satunya dibuktikan dengan proses penyidikan kasus pemerasan yang dilakukan oknum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau terhadap 63 kepala sekolah menengah pertama (SMP) Negeri se Kabupaten Inhu masih terus berlanjut.

Saat ini tim Kejagung tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang kepala SMP Negeri.

Baca juga: Dua dari 63 Kepala SMP di Inhu yang Diperas Oknum Jaksa Akan Diperiksa Kembali karena Serahkan Uang

Pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas penyidikan tiga orang jaksa yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas pemerasan kepala SMP Negeri Inhu.

Tiga oknum jaksa itu, yakni Hayin Suhikto selaku Kepala Kejari Inhu, Ostar Al Pansri selaku Kasi Pidana Khusus, dan Rionald Febri Rinando selaku Kasubsi Barang Rampasan pada Seksi Pengelolaan Barang  Bukti.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau Taufik Tanjung saat dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan dua kepala sekolah berinisial EK dan RS.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ya benar. Hari ini pemeriksaan dua kepala SMP dilakukan oleh tim Kejagung di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau," sebut Taufik kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (25/8/2020) pagi.

Baca juga: Tiga Jaksa yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan 63 Kepala SMP di Riau Ditahan di Rutan Salemba

Taufik mengatakan, pemeriksaan dilakukan tim Kejagung sejak kemarin, Senin (24/8/2020).

Kedua kepala SMP diperiksa di Pidana Khusus (Pidsus) lantai lima di kantor Kejati Riau sejak siang pukul 11.00 WIB hingga malam pukul 20.00 WIB.

"Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan kasus pemerasan kepsek (kepala sekolah) SMP," kata Taufik.

Taufik juga menyebutkan, tim Kejagung akan turun ke Kabupaten Inhu.

"Tim Kejagung juga akan turun ke Inhu memeriksa yang lain-lain untuk mendalami kasus pemerasan kepala SMP. Mungkin besok, Rabu (25/8/2020), pemeriksaan juga di Kejari Inhu. Siapa saja yang diperiksa belum tahu. Saya berangkat ke Inhu hari ini," pungkas Taufik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X