Seorang Polisi di Medan Dibacok Saat Pengungkapan 100 Kilogram Sabu

Kompas.com - 18/08/2020, 12:43 WIB
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin dan Kepala BNN Provinsi Sumut Atrial menunjukkan barang bukti 100 kilogram sabu dan 50.000 butir pil ekstasi. KOMPAS.com/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Martuani Sormin dan Kepala BNN Provinsi Sumut Atrial menunjukkan barang bukti 100 kilogram sabu dan 50.000 butir pil ekstasi.

MEDAN, KOMPAS.com – Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan peredaran 100 kilogram sabu dan 50.000 pil ekstasi di Medan.

Namun, seorang polisi yakni Aiptu Partono terluka akibat dibacok oleh pengedar narkoba yang hendak ditangkap.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan terhadap tersangka DEJ pada Juni 2020.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Penumpang Bergelimpangan dan Anjing Berhamburan

Saat itu, DEJ ditangkap bersama barang bukti sabu seberat 23 kilogram oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.

"Ada informasi dari warga yang sadar akan bahaya narkotika, sehingga melapor ke anggota Polri,” kata Martuani dalam jumpa pers di depan ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Mobil Berisi 18 Pemburu Babi Hutan dan 22 Anjing Menabrak Tebing

Pada Sabtu (15/8/2020), sekitar pukul 04.30 WIB, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Robert Da Costa menangkap tersangka HW di Jakarta.

Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 3 karung plastik yang berisi 50 bungkus teh China berisi narkotika jenis sabu seberat 50 kilogram.

Kemudian ditemukan satu kotak fiber berisi 5 bungkus plastik transparan yang berisi 25.000 butir pil ekstasi.

“Kami pastikan dari Sumut. Awalnya adalah dari sebuah tempat di Sumut, dapat informasi kita kembangkan dari 19 Juni itu. Jadi barang sudah di Jakarta. Pasarnya akan dibawa ke Medan lagi,” kata Martuani.

Baca juga: 17 Agustus 2020, Sebanyak 168 Warga Aceh Positif Covid-19

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadangkan Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadangkan Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Regional
Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Regional
Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Regional
Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Regional
Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Regional
3 Anggota DPRD Cilacap Positif Covid-19, Kontak dengan Anggota Dewan yang Meninggal

3 Anggota DPRD Cilacap Positif Covid-19, Kontak dengan Anggota Dewan yang Meninggal

Regional
Celingak-Celinguk dan Melarikan Diri, Aksi Pasien Covid-19 di Solo Ini Terekam CCTV

Celingak-Celinguk dan Melarikan Diri, Aksi Pasien Covid-19 di Solo Ini Terekam CCTV

Regional
Pengakuan Pria yang Bunuh Selingkuhannya di Hotel: Saya Menyesal dan Khilaf

Pengakuan Pria yang Bunuh Selingkuhannya di Hotel: Saya Menyesal dan Khilaf

Regional
Jalan Kaki 7 Jam Sejauh 27 Km di Sumbawa, Gubernur NTB: Alam Kita Indah Kalau Hutan Terjaga

Jalan Kaki 7 Jam Sejauh 27 Km di Sumbawa, Gubernur NTB: Alam Kita Indah Kalau Hutan Terjaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X