Panwascam di Manggarai Naik Gunung Cari Sinyal untuk Kirim Data Pemilih

Kompas.com - 17/08/2020, 09:54 WIB
Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim data di atas gunung dan bukit, Sabtu (15/8/2020). Dokumen Panwascam Reok BaratPanitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim data di atas gunung dan bukit, Sabtu (15/8/2020).

"Untuk konsultasi pengawasan saja, saya harus tempuh perjalanan selama 30 menit untuk mendapatkan jaringan telepon di atas bukit. Tetapi, itu bukan hambatan bagi saya untuk tidak bekerja. Ini adalah tantangan petugas di daerah pedalaman. Apapun tantangannya, harus dilalui," ungkap Sadin.

Baca juga: Kami Harus Jalan Kaki Belasan Kilometer Cari Sinyal Telepon, Kapan Desa Kami Ada Sinyal?

Edy, pengawas Pemilu di Desa To'e, menuturkan, untuk bisa dapat sinyal telepon dan internet saat hendak mengirim data, ia harus mencari tempat khusus di puncak bukit di desa itu. 

Padahal, di desa tetangga, yakni Desa Kajong sudah dibangun tower jaringan Telkomsel, tetapi belum diaktifkan.

Edy pun berharap, Pemkab Manggarai dan pihak Telkomsel segera mengaktifkan tower yang sudah dibangun itu untuk mendukung kerja-kerja penyelenggara Pemilu. 

Edy menyebut, di era ini, penyelenggara selalu mengirim data lewat apliksasi Google Form. Aplikasi itu digunakan jika terkoneksi dengan jaringan internet.  

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Manggarai Alfan Manah membenarkan keluhan susah sinyal yang dialami Panwascam Reo Barat tersebut.

"Betul. Mereka di sana susah sinyal dan jaringan internet," ungkap Alfan melalui sambungan telepon, Sabtu.

Alfan mengungkapkan, setiap hari pengawas Pemilu baik di Kabupaten, Kecamatan, maupun di desa dan kelurahan mengisi format model A laporan hasil pengawasan.

Ia mengatakan, format itu diisi secara tertulis dan lengkap tentang gambaran keseluruhan hasil pengawasan baik pengawasan tahapan maupun non tahapan.

Setelah diisi, format tersebut ditandatangani dan difoto scan format PDF. Dokumen Format A laporan hasil pengawasan dalam bentuk PDF itu yang dikirim dan dimasukan ke aplikasi khusus format A laporan hasil pengawasan online.

Alfan menambahkan, terkait tahapan pemuktahiran data pemilih sub tahapan pencocokan dan penelitian ( Coklit), Pengawas Desa dan Kelurahan mengisi Google Form audit coklit.

Hal itu dilakukan Pengawas Desa Kelurahan setelah melakukan pengawasan Coklit dari 15 Juli 2020 sampai 13 Agustus 2020.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X