Kompas.com - 11/08/2020, 07:44 WIB
Salah satu petani perempuan (kiri) Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan letak san batasan sawahnya. KOMPAS.COM/ Jaka HBSalah satu petani perempuan (kiri) Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan letak san batasan sawahnya.


JAMBI, KOMPAS.com - Sejak setahun terakhir, hasil padi di Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, hanya sedikit.

Kondisi itu diduga akibat debu batu bara dari stockpile batu bara di sekitar desa tersebut yang menerpa area sawah milik petani.

“Memang debunya tidak tampak, tapi kalau kita jalan di sawah, celana kita pasti hitam-hitam karena debu batu bara tadi,” kata Aminah, salah satu petani perempuan di desa tersebut, Senin (10/8/2020).

Baca juga: 11 Kali Kecelakaan di Tol Cipali dengan Model Pindah Jalur Berlawanan

Aminah dan petani lainnya mengkhawatirkan keberadaan industri batu bara akan berpengaruh pada hasil pertanian mereka.

Apalagi, terdengar isu pembangunan lokasi stockpile batu bara yang bersebelahan dengan sawah-sawah milik petani.

“Ya, kalau cuma untuk batu atau pasir tidak apa-apa. Tapi kalau untuk stockpile batu bara, kami tidak setuju,” kata Aminah saat ditemui Kompas.com di sawah Desa Kunangan, Kabupaten Muaro Jambi.

Baca juga: Debu Vulkanik Gunung Sinabung Bisa Mencapai Kota Medan

Hal tersebut yang kemudian memicu petani untuk ikut aksi penolakan pembangunan stockpile batu bara di Desa Kunangan dan di sepadan Sungai Batanghari.

Selain itu, beberapa stockpile di sekitar Desa Kunangan terletak di pinggir Sungai Batanghari yang satu aliran dengan sumber air PDAM dan air sawah di Desa Kunangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi Firmansyah mengatakan, stockpile batu bara di sekitar Desa Kunangan diperiksa tiap bulannya.

Khususnya untuk pemeriksaan tingkat ketercemaran sungai oleh stockpile batu bara.

“Terus kita periksa dan pH air yang sampai ke sungai itu harus di atas baku mutu yaitu 6 sampai 9. Sedangkan dari stockpile sekitar ada 6,7,” ujar Firmansyah saat dikonfirmasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X