Kompas.com - 10/08/2020, 20:48 WIB
Personel Polisi Wanita Polres Ogan Komering Ilir melakukan pembuatan sekat kanal di wilayah rawan terjadi kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam rangka mencukupi kebutuhan air untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGPersonel Polisi Wanita Polres Ogan Komering Ilir melakukan pembuatan sekat kanal di wilayah rawan terjadi kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam rangka mencukupi kebutuhan air untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Polisi wanita (Polwan) Polres Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan membuat sekat kanal di wilayah rawan terjadi kebakaran lahan.

Pembuatan sekat kanal itu bertujuan untuk menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Ada tiga tiitk sekat kanal yang dibuat oleh puluhan anggota Polwan Polres OKI tersebut.

Baca juga: Pencuri Bertopeng Beraksi di OKI, Gondol Perhiasan Emas yang Ternyata Imitasi

Ketiga titik sekat kanal itu berada di sekitar lokasi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Rambang Argo Jaya yang selama ini memang kerap terjadi kebakaran lahan.

Pembuatan sekat kanal sendiri dilakukan secara manual dengan cara menancapkan kayu di dalam kanal selebar sekitar 8 meter lalu diberi tumpukan karung berisi tanah sehingga air tidak mengalir.

Genangan air itu yang akan digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Polri: Penyerang Mapolres Ogan Komering Ilir Memahami Aliran Tertentu

Kasat Binmas Polres OKI AKP Rohima mengatakan, kegiatan pembuatan sekat kanal itu diikuti oleh 24 personel Polwan Polres OKI dan sebagai bagian dari partisipasi polisi wanita Polres OKI dalam rangka mencegah kebakaran lahan di wilayah hukum Polres OKI.

"Selain pembuatan sekat kanal Polwan Polres OKI juga menyebar ratusan lembar maklumat Kapolda Sumsel tentang larangan dan sanksi hukum bagi pelaku pembakar lahan yang tertangkap. Kita juga memasang sejumlah spanduk peringatan dan himbauan kepada warga agar jangan meguka lahan dengan cara membakar," terang Rohima Senin (10/8/2020)

Rohima menambahkan, selain pembuatan sekat kanal dan pemasangan spandu, Polwan Polres OKI juga membagikan masker dan sembako kepada warga yang terdampak wabah virus Covid 19.

Baca juga: Polres Ogan Komering Ilir Diserang, Pelaku Tabrak Mobil ke Pagar dan Tewas Ditembak

Seperti diketahui saat ini di sejumlah wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ilir sudah memasuki musim kemarau.

Di tahun-tahun sebelumnya jika memasuki musim kemarau maka akan terjadi kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir tersebut.

Untuk mengantisipasi hal tersebut berbagai cara dilakukan dari sosialisasi, memperkuat pasukan pemadam, meningkatjan patroli dan memberi sanksi hukum bagi pelaku yang tertangkap melakukan pembakaran lahan. 

Polres OKI bahkan membuat pasukan drone (Drone Skuad) berjumlah 24 orang yang bertugas memantau kebakaran lahan dari udara termasuk memantau pelakunya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Regional
Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X