Ingin Melihat Fenomena Embun Membeku di Dieng? Pantau Aplikasi Ini

Kompas.com - 04/08/2020, 13:56 WIB
Embun es di kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2020) pagi. KOMPAS.COM/DOK DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN BANJARNEGARAEmbun es di kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2020) pagi.

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Fenomena embun membeku di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menarik perhatian wisatawan yang ingin melihatnya secara langsung.

Namun tidak sedikit di antara mereka harus gigit jari, karena embun es tidak muncul.

Padahal mereka telah tiba di lokasi sejak dini hari untuk melihat fenomena langka yang biasanya muncul pada pagi hari itu.

Baca juga: Selama 2020 Sudah Terjadi 7 Kali Fenomena Embun Es di Dieng

Lantas bagaimana kita mengetahui embun es akan muncul?

Wisatawan kini dapat memantau cuaca di Dieng dengan menggunakan aplikasi Cuaca Dieng.

Aplikasi yang dibuat oleh sekelompok anak muda di Banjarnegara ini dapat diunduh di Play Store atau App Store.

Mantan Kepala UPT Obyek Wisata Dieng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Aryadi Darwanto mengatakan, wisatawan dapat melihat kondisi cuaca Dieng, khususnya di kompleks Candi Arjuna mulai malam hari.

"Bisa dilihat di aplikasi, sudah ada di grafik, suhunya kelihatan. Seperti beberapa hari lalu yang minus 5,3 derajat celsius, pukul 19.00 WIB suhu di aplikasi sudah 0,26 derajat celsius, pagi harinya kemungkinan ada embun es," kata Aryadi, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Fenomena Embun Es di Dataran Tinggi Dieng, Ini Penjelasan BMKG

Namun dengan catatan, tidak ada angin.

Jika suhu dingin, tapi malam harinya angin cukup kencang, maka kemungkinan besar embun es tidak muncul pada pagi harinya.

"Ada angin atau tidak bisa kelihatan di grafiknya. Kalau penurunan suhu pada malam hari landai, tidak ada kenaikan, hampir pasti besok ada embum es. Tapi kalau suhu nol derajat celsius, naik 1, turun nol lagi, naik lagi 0,5 misalnya, berarti ada angin, kemungkinan besar besoknya enggak ada embun es," jelas Aryadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Telepon Gus Miftah Batalkan Pengajian di Pemalang

Ganjar Telepon Gus Miftah Batalkan Pengajian di Pemalang

Regional
523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

Regional
Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Regional
Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Regional
2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

Regional
13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

Regional
Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Regional
Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Regional
Terombang-ambing karena Perahu Terbalik di Laut, 6 Nelayan Ditemukan Selamat

Terombang-ambing karena Perahu Terbalik di Laut, 6 Nelayan Ditemukan Selamat

Regional
Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Cerita Sukri Korban Kecelakaan Maut di Jalintim, Lihat Mobil Putih Ngebut lalu Tabrak 3 Kendaraan

Regional
Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Detik-detik Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal, Korban Disuruh Menyelam di Air Keruh

Regional
Hulu Sungai Longsor, Tanah di Gunung Salak Terlihat 'Terbelah'

Hulu Sungai Longsor, Tanah di Gunung Salak Terlihat "Terbelah"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Pengemudi Ojol Kena Tipu Pelanggan | Pasha Ungu Jadi Plt Wali Kota Palu

[POPULER NUSANTARA] Cerita Pengemudi Ojol Kena Tipu Pelanggan | Pasha Ungu Jadi Plt Wali Kota Palu

Regional
Satu Bulan Terakhir 75 Rumah Adat di NTT Terbakar, Ini Penyebabnya

Satu Bulan Terakhir 75 Rumah Adat di NTT Terbakar, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X