KILAS DAERAH

Atasi Banjir di Luwu Utara, Tanggul Darurat dengan Metode Perkuatan Geotextile Siap Dibangun

Kompas.com - 04/08/2020, 13:48 WIB
Pengerjaan tanggul menggunakan metode perkuatan geotextile di Luwu Utara guna mengatasi meluapnya banjir di Sungai Masamba. DOK. Humas Pemkab Luwu UtaraPengerjaan tanggul menggunakan metode perkuatan geotextile di Luwu Utara guna mengatasi meluapnya banjir di Sungai Masamba.

KOMPAS.com – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jenneberang (BBWSPJ) Adenan Rasyid mengatakan, pemerintah tengah berusaha menangani banjir di Luwu Utara, salah satunya dengan membuat tanggul darurat di Sungai Masamba dan Sungai Radda.

Pembangunan ini dilakukan berkat kerja sama antara BBWSPJ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Utara.

“Sejauh ini pembuatan tanggul darurat berjalan baik. Progresnya untuk sungai Masamba kurang lebih 1 km, dari target kiami 2,5 kilometer (km),” kata Kepala BBWSPJ Adenan Rasyid, Minggu (2/8/2020).

Dia menjelaskan, meskipun tanggul ini bersifat darurat, pembuatan di dua sungai ini dipastikan sedikit lebih baik karena pekerjaan tanggul menggunakan metode perkuatan geotextile.

Baca juga: Bupati Luwu Utara Targetkan Pengungsi Banjir Bandang Tinggalkan Tenda Pengungsian Sebelum 17 Agustus

Metode perkuatan geotextile ini merupakan sebuah metode perbaikan tanah untuk memperkuat bangunan tanggul darurat.

Adenan menyebutkan, saat ini pembuatan tanggul darurat fokus dahulu pada ruas jembatan Masamba dan Jembatan Balebo. Hal ini mengingat kedua ruas jembatan ini menjadi titik masuknya air ke Kota Masamba.

“Kami buat tanggul darurat menggunakan geotextile guna mencegah masuknya air ke beberapa titik pemukiman,” terangnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dia menjelaskan, lubang-lubang yang menjadi titik masuknya air harus ditutup, termasuk titik masuknya air ke Masjid Syuhada, dan beberapa titik lainnya.

Baca juga: Kegiatan Ekonomi di Luwu Utara Mulai Bangkit Pascabanjir Bandang

Adenan juga menuturkan, dalam pengerjaan tanggul darurat, pihaknya dibantu Dinas PUPR, utamanya dalam menentukan titik yang menjadi prioritas, seperti pemukiman dan tempat-tempat masuknya air ke kota Masamba.

“Alhamdulillah, pak Kepala Dinas (Kadis) PU ini luar biasa. Kami biasanya dalam pengerjaan sungai selalu terkendala faktor sosial,” ungkapnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X