KILAS DAERAH

Bupati Luwu Utara Targetkan Pengungsi Banjir Bandang Tinggalkan Tenda Pengungsian Sebelum 17 Agustus

Kompas.com - 02/08/2020, 14:06 WIB
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat meminta perangkat daerah mempercepat pelayanan di masa tanggap darurat. DOK. Humas Pemkab Luwu UtaraBupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat meminta perangkat daerah mempercepat pelayanan di masa tanggap darurat.

KOMPAS.com – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menargetkan, sebelum Senin (17/8/2020), para pengungsi bencana banjir bandang sudah mencari tempat tinggal sewa dan meninggalkan tenda pengungsian.

Untuk itu, ia meminta pendataan rumah rusak diselesaikan secepatnya agar dana tunggu hunian (DTH) dapat segera turun dan diserahkan kepada warga terdampak sebagai pengganti hunian sementara.

“Data harus by name by addres. Kalau sudah masuk, akan di-assesment selama dua minggu. DTH bisa digunakan warga untuk menyewa rumah,” kata Indah dalam pernyataan tertulis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat memimpin Rapat Kerja Percepatan Pelayanan di Masa Tanggap Darurat di Ruang Command Center Sabtu (1/8/2020).

Baca juga: Pembangunan Huntara Korban Banjir Luwu Utara Ditargetkan Selesai Satu Bulan

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat memimpin Rapat Kerja Percepatan Pelayanan di Masa Tanggap Darurat, Sabtu (1/8/2020), di Ruang Command Center.DOK. Humas Pemkab Luwu Utara Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat memimpin Rapat Kerja Percepatan Pelayanan di Masa Tanggap Darurat, Sabtu (1/8/2020), di Ruang Command Center.

Indah juga meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pelayanan air bersih, kebersihan kota, psikososial, shelter pengungsi, dapur umum, lingkungan hidup, dan logistik.

“Selama masa tanggap darurat ini, saya meminta dukungan dari semua pihak. Gunakan sumber daya yang kita miliki untuk mempercepat dan mengoptimalkan seluruh pelayanan,” ujar Bupati Luwu Utara.

Terkait pembersihan kota Masamba, Indah berharap dapat selesai dalam waktu satu minggu ke depan.

“Pembersihan kota jadi perhatian kami. Untuk itu, percepat alatnya dan gerakkan sumber daya yang ada. Semoga seluruh material sudah terangkat, termasuk yang ada di depan masjid Agung Syuhada,” kata Indah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X