Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Kompas.com - 04/08/2020, 12:28 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

JAMBI, KOMPAS.com – Seorang petani ditangkap gegara membakar lahan untuk cetak sawah seluas 2 hektar. Pihak kepolisian mengancam hukuman penjara 12 tahun kepada petani.

Walhi Jambi meminta penegak hukum memberikan keadilan kepada petani. Sehingga apabila terbukti menggunakan kearifan lokal dalam membuka lahan dan membakar, lantas tidak langsung diproses secara hukum.

“Petani kan membakar lahan untuk sawah dan luasnya itu dua hektar. Jadi semangatnya jangan langsung mau menghukum, tetapi diberikan bimbingan dulu,” kata Rudiansyah, Direktur Walhi Jambi, Senin (3/8/2020).

Baca juga: Gubernur Kalsel Ancam Pembakar Lahan yang Sebabkan Karhutla

Dia mengatakan petani harus mendapatkan keadilan. Sehingga tidak langsung dihukum. Perlu juga didalami, apakah petani itu, menggunakan kearifan lokal atau tidak.

Menurut Rudi, dalam undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) petani lokal yang membakar dengan sekat bakar dan tidak menimbulkan dampak signifikan juga dilindungi.

Dengan demikian, petani yang membakar lahan seluas 2 hektar dan menerapkan kearifan lokal, kemudian menggunakan sekat bakar dan membuka lahan lama bukan baru, itu dilindungi secara undang-undang.

Baca juga: Bisa Edukasi Masyarakat Tak Bakar Lahan Gambut, BRG Dinilai Tetap Dibutuhkan

Saat proses pendalaman kasus penegak hukum perlu memperhatikan kearifan lokal masyarakat setempat. budaya Orang Jambi, memang membuka lahan untuk menanam padi, pada peralihan dari musim hujan ke musim panas.

“Apabila konteks masyarakat lokal yang buka lahan dengan kearifan lokal, tidak relevan apabila dituntut dengan undang-undang perkebunan. Luasnya pun hanya dua hektar,” kata Rudi menjelaskan.

Selanjutnya dalam Perda Karhutla, No 2 Tahun 2016 juga memang melarang petani membuka lahan dengan dibakar, tetapi pemerintah harus memberi insentif kepada petani.

Selanjutnya, perlu ditelusuri apakah petani sudah mengetahui kalau membakar lahan itu bisa ditangkap. Apabila mereka masyarakat lokal tidak mengetahui tentang regulasi yang ada, tentu harus diberi keadilan, dengan cara dibimbing dahulu dan tidak langsung diproses secara hukum.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Mesin Rusak, Pesawat Lion Air Tujuan Surabaya Balik Mendarat di Bandara Lombok

Regional
Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Total 1.000 Pasien Covid-19 di Kota Mataram Dinyatakan Sembuh

Regional
Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Pose 2 Jari Saat Foto Bersama Machfud-Mujiaman, Emil Dardak Dilaporkan Ke Bawaslu

Regional
Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Sepasang Kekasih Jadi Kurir Narkoba, Sabu Diikat di Pinggang dan Ekstasi di Kemaluan

Regional
D'Season Bantah Jadi Tempat Isolasi Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19

D'Season Bantah Jadi Tempat Isolasi Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19

Regional
Seorang Gadis Ditikam Pamannya Sendiri, Motifnya Sakit Hati dengan Orangtua Korban

Seorang Gadis Ditikam Pamannya Sendiri, Motifnya Sakit Hati dengan Orangtua Korban

Regional
Kasus Tanah di Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Diperiksa Kejati NTT

Kasus Tanah di Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Diperiksa Kejati NTT

Regional
Suami Istri Meninggal karena Covid-19, Satu Warga Terpapar Saat Ikut Mandikan Jenazah

Suami Istri Meninggal karena Covid-19, Satu Warga Terpapar Saat Ikut Mandikan Jenazah

Regional
7 Ambulans Konvoi Jemput 33 Santri yang Positif Corona di Tasikmalaya

7 Ambulans Konvoi Jemput 33 Santri yang Positif Corona di Tasikmalaya

Regional
Terungkap, Ini Motif Paman Tikam Keponakannya Saat Sedang Belajar Daring

Terungkap, Ini Motif Paman Tikam Keponakannya Saat Sedang Belajar Daring

Regional
7 Tenaga Medis RSUCM Aceh Utara Positif Corona, 2 Dirawat Intensif

7 Tenaga Medis RSUCM Aceh Utara Positif Corona, 2 Dirawat Intensif

Regional
Ganjar Harap Kasus Konser Dangdut Tegal Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Ganjar Harap Kasus Konser Dangdut Tegal Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Regional
Anggota TNI Tangkap 4 Warga Timor Leste, Ini Alasannya

Anggota TNI Tangkap 4 Warga Timor Leste, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Garasi di Madiun, 2 Bus dan 1 Pikap Hangus Dilalap Si Jago Merah

Kebakaran Garasi di Madiun, 2 Bus dan 1 Pikap Hangus Dilalap Si Jago Merah

Regional
4 Karyawan BRI di Bima Positif Covid-19, Semuanya Isolasi Mandiri

4 Karyawan BRI di Bima Positif Covid-19, Semuanya Isolasi Mandiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X