Polisi Duga Pencuri Ribuan Pakaian Perempuan Punya Gangguan Kejiwaan

Kompas.com - 27/07/2020, 15:31 WIB
Petugas dari Polres Kobar didampingin aparatur desa memeriksa ribuan potong pakaian perempuan yang terdiri dari berbagai jenis, Rabu (22/7/2020). Ribuan potong pakaian tersebut adalah barang bukti kasus pencurian unik di Desa Natai Baru, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. KOMPAS.com/Dok Pemdes Natai BaruPetugas dari Polres Kobar didampingin aparatur desa memeriksa ribuan potong pakaian perempuan yang terdiri dari berbagai jenis, Rabu (22/7/2020). Ribuan potong pakaian tersebut adalah barang bukti kasus pencurian unik di Desa Natai Baru, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Kasus pencurian ribuan pakaian perempuan di Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih bergulir.

Kepala Kepolisian Resor Kotawaringin Barat AKBP Dharma Ginting mengaku tak ingin gegabah menangani kasus ini.

Sebab, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan anak buahnya, Dharma menilai ada keanehan perilaku pada terduga pelaku, Setu.

Baca juga: Diduga Curi Ribuan Potong Pakaian Perempuan, Seorang Pria Diburu Polisi

Sehingga, Dharma mengaku perlu berkoordinasi dengan sejumlah instansi dalam menyelesaikan kasus ini.

"Apakah diproses layaknya kriminal murni atau ada kemungkinan lain. Misalnya, pelaku mengalami masalah kejiwaan. Penanganannya akan berbeda. Tapi, tentu yang boleh berbicara tentang kejiwaan adalah pihak yang memiliki kompetensi di bidang ini," papar Dharma Ginting saat dihubungi, Senin (27/7/2020).

Terkait kemungkinan masalah kejiwaan pada terduga pelaku, ahli jiwa di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, dr Novera, SpKJ, angkat suara.

Novera sepakat penanganan kasus pada pelaku dengan gangguan kejiwaan semestinya tidak disamakan. Terlebih jika pelaku sampai menjalani pidana badan.

"Kalau harus dikurung, secara psikologis tidak akan membantu. Tapi, untuk dapat memastikan apakah ada masalah kejiwaan pada pelaku, harus ada serangkaian pemeriksaan," terang Novera.

Baca juga: Heboh Pria Diduga Curi Ribuan Pakaian Perempuan, Kabur ke Hutan dan Ancam Warga Pakai Sajam

Novera mengaku belum bisa  berkomentar banyak sebelum mengobservasi langsung yang bersangkutan. Karena itu dia berharap terduga pelaku bisa segera ditangkap. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X