Bocah ABG Setubuhi Adik Kandung, Dilakukan 2 Kali dalam Seminggu hingga Korban Melahirkan

Kompas.com - 27/07/2020, 14:29 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib naas dialami seorang gadis ABG berusia 13 tahun di Surabaya, Jawa Timur.

Pasalnya, ia menjadi korban pemerkosaan oleh kakak kandungnya sendiri berinisial ND.

Mirisnya lagi, pelaku atau kakak kandungnya itu diketahui juga masih remaja atau berusia 15 tahun.

Akibat perbuatan bejat pelaku tersebut, kini korban diketahui telah melahirkan seorang bayi di Surabaya.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya Iptu Fauzy Pratama mengatakan, perbuatan bejat pelaku terhadap adik kandungnya dilakukan selama waktu dua tahun, yaitu pada 2018 hingga Juli 2020.

Dari hasil pemeriksaan polisi, persetubuhan itu pertama kali dilakukan saat pelaku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.

Baca juga: Seorang Remaja Perkosa Adik Kandungnya hingga Hamil dan Melahirkan

Karena tempat tidur mereka berada di lokasi yang sama, pelaku yang sudah terpengaruh minuman keras itu memaksa korban untuk memuaskan nafsunya. Terlebih lagi, situasi rumahnya saat itu diketahui sedang sepi.

"Saat itu dia pulang dalam kondisi mabuk, lalu terjadi hubungan suami istri itu," kata Fauzy dilansir dari Surya, Senin (27/7/2020).

Merasa aksi pertamanya aman dan tidak diketahui orangtuanya, pelaku, ujar Fauzy, kembali melakukan perbuatannya tersebut hingga berulang kali.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X