Salah Tebang Ratusan Batang Pohon di Lahan Orang, Dua Warga Diamankan Polisi

Kompas.com - 23/07/2020, 21:24 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

GARUT, KOMPAS.com – Dua orang warga Garut yaitu MA (37) dan MY (53), diamankan aparat kepolisian Polsek Garut Kota setelah dilaporkan menebang lebih dari 100 batang pohon bambu dan pohon kayu Kamelia yang ada di kebun milik warga di Kampung Gugunungan Kelurahan Margawati Kecamatan Garut Kota.

Kapolsek Garut Kota, Kompol Hermansyah kepada wartawan mengungkapkan, penangkapan kedua orang tersebut, diawali dari adanya laporan warga yang kaget melihat pohon-pohon yang ada di lahan miliknya, tengah ditebangi oleh orang yang tidak dikenalnya sama sekali.

“Pemilik lahan merasa tidak pernah menjual kayu kepada siapapun, tapi ada yang nebang pohon di lahannya. Makanya, pemilik lahan melaporkan langsung ke polisi,” katanya, Kamis (23/07/2020).

Baca juga: Ibu 3 Anak yang Curi Sawit untuk Beli Beras Minta Maaf, Dirut PTPN V Malah Tawari Pekerjaan

Mendapat laporan dari warga soal penebangan pohon di lahan orang, menurut Hermansyah, Panit Reskrim Polsek Garut Kota dan anggotanya pun langsung turun ke lapangan melakukan pemeriksaan.

Saat petugas datang ke lokasi, ada dua orang warga yang tengah menebang pohon di lahan tersebut.

“Kedua pelaku yang kita amankan, mengaku telah membeli pohon bambu dan kayu tersebut dari seseorang. Namun, rupanya lokasi lahannya yang pohonnya dibeli, berdekatan dengan lahan milik warga lain yang ditebang,” katanya.

Baca juga: Tangis Histeris Pemilik 9 Kerbau yang Dicuri Jelang Idul Adha, Sampai Memeluk Ternaknya yang Mati

Kedua pelaku, menurut Suherman langsung diamankan oleh anggotanya dan dibawa ke Mapolsek Garut Kota dengan barang bukti mulai dari batang pohon yang ditebang hingga peralatan yang digunakan untuk menebang pohon oleh kedua pelaku.

Dari hasil pemeriksaan sementara, menurut Suherman kedua warga tersebut diketahui telah menebang sebanyak 140 batang pohon di lahan orang lain yang belum dibelinya selama dua hari. Dari jumlah tersebut, sebagian sudah dikirim dan sisanya masih ada di lokasi penebangan.

“Akibat ulah kedua pelaku, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 20 juta,” katanya.

Menurut Suherman, dari keterangan para pelaku, keduanya memang telah membeli pohon bambu dan kayu. Namun, lokasi pohon bambu dan kayu tersebut, bukan di tempat yang mereka tebang. Keduanya, melakukan penebangan di lokasi yang salah.

“Untuk sementara keduanya kita kenakan pasal 362 KUHP, ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Regional
Detik-detik Truk Tangki Tabrak Rumah di Jalintim Riau yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 2 Luka-luka

Detik-detik Truk Tangki Tabrak Rumah di Jalintim Riau yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 2 Luka-luka

Regional
Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumahnya 2 Hari Kemudian

Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumahnya 2 Hari Kemudian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X