Kompas.com - 22/07/2020, 20:53 WIB
Ombudsman Sumsel mengecek rumah singgah yang disiapkan Pemkab Ogan Ilir yang sempat masuk dalam poin tuntutan aksi mogok 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir minggu lalu. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGOmbudsman Sumsel mengecek rumah singgah yang disiapkan Pemkab Ogan Ilir yang sempat masuk dalam poin tuntutan aksi mogok 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir minggu lalu.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Lembaga Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) berkesimpulan bahwa Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam telah melakukan malaadministrasi dalam pemberhentian 109 tenaga kesehatan di RSUD Ogan Ilir 20 Mei lalu.

Kesimpulan Ombudsman tersebut disampaikan setelah menyerahkan hasil Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan (LAHP) Pemeriksaan kasus pemberhentian 109 tim medis di RSUD Ogan Ilir yang dilakukan selama 2 bulan kepada Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam diwakili Sekretaris Daerah Herman di Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumsel di Palembang, Rabu (22/7/2020).

Kepala Ombudsman Sumsel M Adrian Agustiansyah mengatakan, ada lima temuan dari hasil pemeriksaan dan investigasi yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa Ombudsman Sumsel.

Baca juga: Direktur RSUD Ogan Ilir Bantah Usulkan Pemecatan 109 Tenaga Medis

Kelima  temuan itu adalah keputusan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam memberhentikan 109 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir yang tidak berdasarkan usulan ataupun pendapat resmi yang dikeluarkan oleh RSUD Ogan Ilir adalah tindakan yang tidak patut sebagai kepala lembaga atau pimpinan administrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu tambah Adrian, dalam pertimbangannya saat memberhentikan 109 tenaga kesehatan tersebut Bupati Ogan Ilir mengatakan bahwa ke 109 tenaga kesehatan itu telah melanggar kode etik tenaga kesehatan karena dianggap lari dalam tugas dan tidak mau melayani pasien Covid-19.

Baca juga: Kasus 109 Tenaga Medis Dipecat Bupati Ogan Ilir, Penyelidikan Ombudsman: Mengarah Malaadministrasi

"Namun faktanya pelanggaran dan tindakan yang menyalahi kode etik yang dimaksud tidak dapat dijelaskan secara kongkrit seperti berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak yang mempunyai kewenangan dan pendekatan pada alat bukti yang mumpuni agar pelanggaran yang dituduhkan oleh Bupati Ogan Ilir dapat dibuktikan kebenarannya secara tertulis oleh pejabat yang berwenang yang fokus pada pada etika profesi tenaga kesehatan yakni Pengawas Internal RSUD Ogan Ilir atau organisasi profesi seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan atau Ikatan Bidan Indonesia (IBI)," jelas M Adrian Agustiansyah di Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumsel di Palembang, Rabu (22/7/2020). 

Poin lain dalam temuan Ombudsman Sumsel, dikatakan oleh  Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam bahwa alasan pemberhentian 109 tenaga kesehatan adalah karena mereka tidak masuk selama lima hari berturut-turut.

Baca juga: Silang Pendapat Bupati Ogan Ilir dan Ombudsman Soal Pemecatan 109 Tenaga Medis

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X