Kasus 109 Tenaga Medis Dipecat Bupati Ogan Ilir, Penyelidikan Ombudsman: Mengarah Malaadministrasi

Kompas.com - 03/07/2020, 21:37 WIB
Komplek RSUD Ogan Ilir tempat 109 tenaga kesehatan bekerja yang melakukan mogok kerja dan harus menerima kenyataan diberhentikan oleh Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam. AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGKomplek RSUD Ogan Ilir tempat 109 tenaga kesehatan bekerja yang melakukan mogok kerja dan harus menerima kenyataan diberhentikan oleh Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Kasus pemberhentian 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir Sumatera Selatan bulan Mei lalu segera memasuki babak baru.

Lembaga Ombudsman  Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan (Ombudsman Sumsel) yang pada Mei lalu turun ke lapangan melakukan pengumpulan informasi terkait kasus pemberhentian tenaga kesehatan yang menarik perhatian publik itu. 

Pemeriksaan sudah selesai dan hasilnya segera diserahkan ke sejumlah pihak termasuk Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam selaku pihak yang memberhentikan 109 tenaga kesehatan (nakes) tersebut.

Melalui siaran pers per Jumat (3/7/2020), Ombudsman Sumsel melalui Kepala Perwakilannya M Adrian Agustiansyah mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan atau klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan pemberhentian tenaga kesehatan. 

Mulai dari tenaga honorer kesehatan yang diberhentikan, Ketua DPRD Ogan Ilir, Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia Wilayah Sumatera Selatan, Kabag Hukum Pemkab Ogan Ilir, Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir, sampai kepada Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam dan Direktur RSUD Ogan Ilir dr Rorreta. 

Baca juga: Editors Letter untuk 109 Tenaga Medis yang Mogok dan Dipecat

Malaadministrasi

Pemeriksaan itu untuk menjawab dugaan seputar pemberhentian yang dilakukan oleh Bupati Ogan Ilir tersebut, apakah penyalahgunaan wewenang dan kesalahan prosedur atau tidak. 

"Dari hasil pemeriksaan dan klarifikasi tersebut Tim Pemeriksa Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumsel sudah menemukan dan mengumpulkan bukti yang valid mengarah pada tindakan Bupati Ogan Ilir dalam memberhentikan ratusan tenaga kesehatan honorer di Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir beberapa waktu lalu telah terjadi tindakan maladministrasi sepertinya yang disangkakan," jelas M Adrian Agustiansyah dalam rilis pers, Jumat (3/7/2020).  

Meski demikian jelas Adrian, untuk lengkapnya akan diungkap saat penyerahan LAHP yang secara langsung pada pihak terlapor.

"Nanti secara lengkap hasil pemeriksaan akan kita ungkap saat penyerahan LAHP pada terlapor dalam waktu dekat atau pertengahan Juli ini," tambah Adrian. 

Baca juga: 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X