Cerita Paslon Independen Bajo, Calon Lawan Gibran dalam Pilkada Solo

Kompas.com - 22/07/2020, 18:41 WIB
Ketua II Tim Pemenanganan Paslon Bajo, Sutrisno di posko pemenangan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua II Tim Pemenanganan Paslon Bajo, Sutrisno di posko pemenangan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020).

SOLO, KOMPAS.com-Selain pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, ada pasangan calon lain yang muncul dalam Pilkada Solo.

Mereka adalah bakal calon yang maju dari jalur peseorangan yaitu Bagyo Wahyono-FX Supardjo ( Bajo).

Saat ini mereka masih berjuang untuk memenuhi syarat dukungan berupa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dari calon pemilih.

Baca juga: Sibuk Terima Berkas Paslon Independen, Mobil Dinas Ketua KPU Samarinda Digasak Maling

Ketua II Tim pemenangan Paslon Bajo, Sutrisno, mengatakan selama berupaya memenuhi syarat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada sejumlah cibiran yang mereka terima.

Satu di antaranya adalah dituduh hanya menjadi pasangan calon boneka.

"Biasa. Namanya orang kecil pasti dianggap begini, begitu itu pasti," kata Sutrisno ketika ditemui di posko pemenganan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020).

 

Menurut Sutrisno, paslon Bajo justru akan memberikan edukasi atau pendidikan politik yang sebenarnya kepada masyarakat, bahwa berpolitik itu tidak harus menggunakan uang.

"Murni yang kita perjuangankan adalah program mereka (Bajo)," terang dia.

Baca juga: Pasangan Penjahit-Ketua RW di Solo Butuh 9 Bulan untuk Kumpulkan 40.000 KTP Pendukung

Dalam tahapan verifikasi faktual, paslon Bajo telah menyiapkan sebanyak 21.000 suara untuk perbaikan syarat dukungan.

Syarat dukungan perbaikan dalam verifikasi faktual tersebut rencananya akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo pada Sabtu (25/7/2020).

"Batas penyerahan syarat dukungan untuk perbaikan tanggal 27 Juli. Tetapi kita akan menyerahkan pada tanggal 25 Juli 2020," terang dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X