Widodo, Pelestari Kopi Liberika yang Hampir Punah di Kendal

Kompas.com - 16/07/2020, 14:17 WIB
Widodo, pelestari kopi Liberika asal Kendal. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINWidodo, pelestari kopi Liberika asal Kendal. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN

KENDAL, KOMPAS.com- Pudjo Widodo (53), masih sibuk memotong daun-daun pohon kopi liberika yang rusak. 

Tanaman kopi yang baru dipotong daunnya tersebut, kemudian ditaruh di plastik hitam.

Plastik tersebut, diberi tanah, dan berdirilah bibit tanaman kopi Liberika.

Baca juga: Jelang Musim Tanam, Petani di Kabupaten Bulukumba Hadapi Kelangkaan Pupuk

Bapak yang tinggal di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Patean, Kendal, Jawa Tengah itu, kini sedang memberdayakan kopi asal liberia Afrika. 

Tanaman perkebunan itu kini mulai hilang di  Kendal.

Padahal kopi yang dibawa saat masa kolonial Belanda tersebut, saat ini dicari pencinta kopi.

Selain mempunyai aroma buah nangka, liberika dikenal mempunyai kadar kafein yang rendah, sehingga nyaman di perut.

Harganya juga lebih mahal, bila dibandingkan dengan kopi arabika atau robusta.

Baca juga: Cerita Petani Kopi di Kendal yang Sulit Jual Hasil Panen karena Wabah

Menurut pengakuan Widodo, profesi pemberdayaan bibit kopi liberika itu, sudah dia tekuni sejak 1999. 

Salah satu penyebab hingga profesi itu dilakoninya, karena prihatin dengan banyak tanaman kopi liberika yang ditebang pemiliknya.

“Penebangan dilakukan, karena pohon kopi liberika besar dan tinggi. Petani merasa kesulitan bila memanen,” ujar Widodo, saat ditemui di rumahnya, Kamis (16/7/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Regional
Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Regional
Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Regional
Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Regional
Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

Regional
Kapolda Riau Sebut Pasien Covid-19 Membaik Setelah Diberi Avigan

Kapolda Riau Sebut Pasien Covid-19 Membaik Setelah Diberi Avigan

Regional
Detik-detik Kapal TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Asing Vietnam di Natuna, 13 ABK Diamankan

Detik-detik Kapal TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Asing Vietnam di Natuna, 13 ABK Diamankan

Regional
Heboh, Telur Ayam Ukuran Jumbo di Tasikmalaya, Dikupas Isinya Telur Normal

Heboh, Telur Ayam Ukuran Jumbo di Tasikmalaya, Dikupas Isinya Telur Normal

Regional
Hilang 8 Bulan, Perempuan di Bali Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong

Hilang 8 Bulan, Perempuan di Bali Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X