Samarinda Berlakukan Markah Physical Distancing bagi Pengendara Sepeda Motor

Kompas.com - 15/07/2020, 15:45 WIB
Petugas Satlantas Polresta Samarinda sedang mengatur para pengendara yang berhenti di lampu lalulintas menunggu pergantian lampu merah di simpang Kantor Pos Jalan Awang Long, Samarinda, Kaltim, Rabu (15/7/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONPetugas Satlantas Polresta Samarinda sedang mengatur para pengendara yang berhenti di lampu lalulintas menunggu pergantian lampu merah di simpang Kantor Pos Jalan Awang Long, Samarinda, Kaltim, Rabu (15/7/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Sejumlah ruas jalan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, akan diberlakukan markah jalan physical distancing atau jaga jarak bagi pengendara motor.

Sebagai uji coba, dua ruas jalan di simpang Kantor Pos Jalan Awang Long dan simpang Hotel Mesra Jalan Pahlawan, sudah dibuat garis penanda jarak atau markah jalan.

Jaraknya, antar pengendara masing-masing antara satu sampai dua meter saat berhenti di lampu lalu lintas menunggu pergantian lampu merah.

“Mulai hari ini kami menerapkan markah physical distancing untuk pengendara roda dua di sejumlah dua ruas jalan ini,” ungkap Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Ramadhanil saat ditemui di Jalan Awang Long, Samarinda, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: 19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Dua ruas jalan sebagai uji coba itu akan dijaga petugas sekaligus mengatur dan memberi imbauan agar masyarakat patuh dengan markah physical distancing.

“Apabila masyarakat sudah terbiasa dengan kebiasaan ini, jaga jarak saat berkendara ini kita akan terapkan di ruas jalan lain yang ada di Kota Samarinda,” tuturnya.

Penerapan physical distancing bagi pengendara ini, kata dia, penting dilakukan guna menghindari penularan Covid-19, mengingat Samarinda sudah terjadi transmisi lokal.

Selain jaga jarak, para pengendara juga diimbau tetap menggunakan masker saat berkendara agar lebih aman.

“Kita harap sosialisasi ini bisa ditaati masyarakat. Untuk saat ini tak ada sanksi. Hanya petugas kami mengatur dan menegur jika ada yang tak patuh dengan markah jalan,” katanya.

Baca juga: 19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

Diketahui, pada Selasa (14/7/2020), Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Samarinda, Syaharie Jaang mengumumkan untuk pertama kalinya, Samarinda terjadi transmisi lokal.

Penularan lokal tersebut terjadi pada 19 tenaga medis di RSUD IA Moeis yang terkonfirmasi positif corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR.

Belasan tenaga medis ini terpapar dari pasien di RSUD IA Moeis. Kemudian, penularan terjadi antar sesama rekan tenaga medis dan antar pasien yang dirawat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Regional
Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Regional
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Regional
Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Regional
Pakai Seragam Dinas, Oknum PNS di Pati Mabuk di Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat PPKM

Pakai Seragam Dinas, Oknum PNS di Pati Mabuk di Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X