Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/07/2020, 15:54 WIB

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Segala kesan dan pengalaman yang dirasakan dalam tiga bulan terakhir sejak Maret 2020 tidak pernah terbayangkan oleh Joko, guru di SDN 3 Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Meskipun sebagai guru honorer, Joko memastikan kegiatan belajar mengajar tidak berhenti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Joko terkadang lupa beristirahat demi memastikan muridnya bisa belajar jarak jauh dengan baik sesuai perintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Menghadapi tantangan

Sekolah dengan sistem online bukan tanpa masalah.

Tidak semua dari 300 siswa yang ada di sekolah dasar tersebut dapat benar-benar nyaman belajar melalui sistem daring.

Minimnya infrastruktur teknologi informasi atau jaringan internet menjadi kendala utama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Tidak semua orangtua mampu membelikan gawai bagi anaknya sebagai sarana pembelajaran daring.

Selain tidak terjangkau akses internet, masyarakat di pedesaan juga hidup di bawah garis kemiskinan. Terlebih lagi saat pandemi, ekonomi masyarakat ikut terdampak.

Baca juga: SMP di Salatiga Buat Aplikasi Khusus untuk Pantau Siswanya Selama Belajar Online

Belum lagi kondisi geografis menyulitkan yang memaksa para guru melintasi perbukitan untuk mengembangkan model pengajaran yang baru untuk lebih kreatif.

Joko dan para guru lainnya akhirnya menciptakan metode pembelajaran baru.

Sistem estafet

Adapun metode tersebut melibatkan enam guru.

Mereka mengunjungi rumah para murid secara door to door, kemudian meluangkan waktu memberi penugasan secara estafet kepada setiap siswa.

Lewat cara itulah para guru ingin tetap menjaga kesehatan anak-anak, karena ancaman wabah Covid-19 masih terus mengintai.

"Modelnya dititip-titip ke temannya dari satu rumah ke rumah lain, estafet gitu. Dititip tugas itu buat temannya yang kenal, karena kan ada ratusan anak, bahaya juga kalau kita datangin semua," ucap Joko kepada Kompas.com, kemarin.

Baca juga: Belajar Online, Guru dan Siswa di Kota Bengkulu Dapat Kuota Internet Gratis

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.