Warga Kota Tasikmalaya Dikenai Denda Rp 100.000 jika Tak Pakai Masker

Kompas.com - 13/07/2020, 12:24 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Yusuf, saat mengecek pendaratan perdana Pesawat Hercules di Lapangan Udara Wiriadinata Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, didampingi Wakil Wali Kota Muhammad Yusuf, saat mengecek pendaratan perdana Pesawat Hercules di Lapangan Udara Wiriadinata Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya akan menggelar razia warga yang tak memakai masker di beberapa jalan protokol dan lokasi pusat perbelanjaan atau keramaian.

Langkah ini sesuai instruksi Pemprov Jawa Barat yang hendak memberlakukan denda Rp 100.000 bagi warga yang kedapatan tak memakai masker.

"Secara rutin jajaran Gugus Tugas menggunakan sejumlah mobil patroli keliling kota memantau kegiatan warga. Warga wajib mengenakan masker karena pihak Pemprov Jabar berencana memberlakukan sanksi denda bagi warga Jabar yang ketahuan tidak mengenakan masker saat berada di luar," jelas Wali Kota sekaligus Ketua Gugus Tugas Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, kepada wartawan di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Kota Tasikmalaya Berlakukan New Normal Mulai 1 Juni, PSBB Tak Diperpanjang

Budi menambahkan, warga diminta patuh menjalankan protokol kesehatan selama penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Meski aktifitas warga mulai kembali normal, tetapi mereka tetap diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, salah satunya adalah memakai masker.

"Warga Tasikmalaya wajib memakai masker saat berada di luar rumah atau bepergian atau di tempat umum," tambah Budi.

Pihaknya bersama Gugus Tugas daerah terus menyosialisasikan pencegahan saat pandemi corona.

Apalagi, paling dikhawatirkan selama ini adalah penyebaran corona gelombang kedua yang kemungkinan terburuk bisa terjadi.

Pemkot Tasikmalaya bersama Polri dan TNI daerah setempat terus berkeliling dengan pengeras suara memakai mobil untuk mengimbau masyarakat tak terlena setelah Kota Tasikmalaya bisa berstatus zona biru dari awalnya sempat zona merah Covid-19.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Izinkan Shalat Idul Fitri Berjemaah asal Jangan Ada Pemudik

Hal itu agar masyarakat sadar bahwa bahaya penyebaran corona masih bisa terjadi dan sangat rawan jika warga tak menerapkan protokol kesehatan pada masa AKB.

"Ya, kita berharap semuanya bisa dilalui masa-masa bahaya corona, setelah kita berhasil melaluinya. Jangan sampai kita terlena, karena penyebarannya masuh jadi ancaman tanpa mengenal waktu," imbaunya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X