Kota Tasikmalaya Berlakukan "New Normal" Mulai 1 Juni, PSBB Tak Diperpanjang

Kompas.com - 28/05/2020, 15:51 WIB
Wali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Budi Budiman. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Budi Budiman.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, telah resmi memutuskan tak memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sekaligus memberlakukan "New Normal" mulai 1 Juni 2020.

Keputusan ini sesuai kesepakatan semua unsur pemerintahan yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah setempat.

PSBB tahap II di Kota Tasikmalaya akan berakhir sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada Jumat (29/5/2020) besok.

"Hasil keputusan kita PSBB tak diperpanjang dan kita bersiap 'New Normal'. Kita akan sesuai instruksi Pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil mulai diberlakukan mulai 1 Juni," jelas Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman kepada wartawan seusai rapat gugus tugas di kantornya, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Izinkan Shalat Idul Fitri Berjemaah asal Jangan Ada Pemudik

Budi menambahkan, saat ini pihaknya langsung mempersiapkan segala sesuatunya untuk menerapkan "New Normal", termasuk sosialisasi masif kepada masyarakat.

Pihaknya lewat gugus tugas akan merumuskan apa saja yang akan diberlakulan saat penerapan situasi normal baru tersebut.

Namun, tim gugus tugas telah melakukan evaluasi secara menyeluruh hasil dari PSBB yang menyatakan bahwa Kota Tasikmalaya telah mampu keluar dari zona merah dan kini menjadi zona kuning.

"Hasil PSBB tahap I dan II secara jelas Kota Tasik sudah keluar dari zona merah dan masuk zona kuning Covid-19. Keputusan ini juga karena dampak dari PSBB tahap II yang dinilai tim Provinsi Jabar berhasil di Kota Tasik. Dibuktikan dengan kondisi penambahan pasien positif covid tetap selama beberapa hari. Adapun penambahan kasus yakni masih hasil reaktif rapid test sebanyak 3 orang," ujar dia.

Dengan demikian, lanjut Budi, penyekatan akses jalan di perkotaan Tasikmalaya akan dibuka setelah berakhirnya masa PSBB tahap II mulai besok, 29 Mei 2020.

Namun, masyarakat tetap diminta menjalankan protokol kesehatan dengan selalu menerapkan pola social distancing, physical distancing, memakai masker dan sering mencuci tangan.

"Tempat keramaian, mal, dan lainnya akan dibuka lagi tapi diawasi ketat oleh tim kita. Protokol kesehatan harus tetap dijaga. Karena itu yang penting dan bukan artian Covid-19 sudah tidak ada. Tetapi kondisi kita telah membaik saat ini," ungkapnya.

Namun, khusus untuk mengaktifkan kembali sektor pendidikan di era "New Normal" ini belum ditentukan kapan akan buka kembali.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Tetap Tutup Terminal meski Kemenhub Aktifkan Moda Transportasi

Pihaknya akan menunggu hasil keputusan pembahasan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kalau sektor pendidikan, kita menunggu juga instruksi dari pihak Provinsi Jabar," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X