170 Petani Sumut Jalan Kaki ke Jakarta: Kami Dianggap Gila, tapi Negara yang Buat seperti Ini

Kompas.com - 13/07/2020, 09:10 WIB
Ratusan petani menginap di Kantor DPW PKB Riau, setelah 18 hari berjalan kaki dari Sumut sampai di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (12/7/2020). Sebanyak 170 orang petani ini, melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo. KOMPAS.COM/IDONRatusan petani menginap di Kantor DPW PKB Riau, setelah 18 hari berjalan kaki dari Sumut sampai di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (12/7/2020). Sebanyak 170 orang petani ini, melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Dia mengatakan, jumlah petani yang ikut melakukan aksi jalan kaki ini sebanyak 170 orang.

Aksi nekat itu dilakukan untuk mencari keadilan terkait konflik yang mereka hadapi dengan PTPN II.

"Kami sudah 18 hari jalan kaki dari kampung, dan alhamdulillah sampai di Pekanbaru Sabtu (11/7/2020) malam. Jarak yang sudah kami tempuh sekitar 650 kilometer. Dan kami sangat berterima kasih kepada DPW PKB Riau yang telah membantu kami memberikan tempat istirahat," kata Widi.

Dia menceritakan, jalan kaki dari kampung dilakukan sejak 25 Juni 2020. Sebelum berangkat, para petani dicek kesehatannya karena saat ini dalam kondisi Covid-19.

Menurut Widi, semua petani yang sedang memperjuangkan keadilan ini dalam keadaan sehat.

Suka duka mereka lewati selama di perjalanan. Kadang mereka harus tidur di pinggir jalan, makan seadanya, hingga pernah diusir.

"Lebih banyak dukanya. Kami pernah diusir juga seolah-olah kami ini virus. Tapi, kami maklumi karena sekarang memang lagi ada virus corona," akui Widi.

Dia mengaku sudah tak terhitung berapa kali mereka berhenti selama berjalan kaki. Sementara mobil yang mereka bawa hanya untuk tempat perlengkapan masak dan digunakan bagi petani yang kelelahan.

Ratusan petani yang melakukan aksi ini terpaksa meninggalkan keluarganya di kampung.

"Entah makan apa anak istri di kampung. Tapi, mau bagaimana lagi, cuma aksi gila ini yang bisa kami lakukan. Kami hanyalah rakyat kecil yang enggak tahu hukum. Banyak yang bilang kami gila, tapi negara yang buat kami seperti ini," ujar Widi.

Digusur PTPN II

Widi mengaku, aksi jalan kaki ini dilakukan karena tempat tinggal dan lahan mereka sudah digusur oleh pihak PTPN II.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X