Kuli Bangunan Tewas Dicangkul Anak Pemilik Rumah yang Direnovasinya

Kompas.com - 09/07/2020, 19:38 WIB
Seorang petugas mengangkat barang bukti cangkul yang digunakan AZ untuk menghabisi nyawa Dodi Sumanto yang sedang merenovasi rumahnya pada Kamis (2/7/2020). AZ mengaku membunuh Dodi karena sering diledek dan dihina. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeorang petugas mengangkat barang bukti cangkul yang digunakan AZ untuk menghabisi nyawa Dodi Sumanto yang sedang merenovasi rumahnya pada Kamis (2/7/2020). AZ mengaku membunuh Dodi karena sering diledek dan dihina.

MEDAN, KOMPAS.com – Nasib malang dialami oleh seorang kuli bangunan bernama Dodi Sumanto (40) pada Kamis (2/7/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dia menghembuskan nafas terakhirnya setelah kepala bagian belakangnya 2 kali dipukul dengan cangkul oleh anak pemilik rumah yang sedang direnovasinya di Jalan Sudomulyo, Gang Batik,  Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, pelaku berinisial AZ. Dari pemeriksaan saksi-saksi, saat itu korban bersama rekannya, Sarfan, sedang merenovasi rumah Nurdiana.

 “Tiba-tiba pelaku mengambil cangkul korban yang ada di adukan semen, karena kebetulan sedang mengaduk semen, kemudian pelaku mengayunkan cangkul ke arah belakang korban sebanyak 2 kali,” kata Riko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Kamis (9/7/2020) sore.

Baca juga: Pembunuhan Sadis Bocah 5 Tahun, Ayah Korban: Saya Hanya Ingin Pelaku Dihukum Mati

Menurutnya, korban saat itu sempat berteriak sehingga mengejutkan Sarfan yang sedang merenovasi di dalam kamar di rumah tersebut.

Setelah Sarfan keluar, dia melihat temannya sudah tergeletak dan mengeluarkan banyak darah.

“Kemudian tiba-tiba pelaku mengayunkan cangkul ke arah Sarfan yang kemudian kembali masuk ke kamar dan mengunci pintunya sambil berteriak memanggil ibu Nurdiana,” katanya.

 Saat kejadian, Nurdiana sedang berada di belakang rumah membersihkan parit dan langsung ke dalam rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Saat itu, Nurdiana melihat anaknya, AZ berdiri di samping jasad korban sambil memegang cangkul.

“Ibu berteriak, kemudian saksi Masriadi, putranya, datang ke rumah dan melihat korban lalu mendekati AZ dan memeluknya,” katanya.

Tak lama kemudian, Sarfan keluar dari kamarnya dan meminta pertolongan kepada warga sehingga akhirnya melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.

Mengenai kondisi kejiwaan pelaku, menurut Riko, sampai saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan.

 “Sampai saat ini kita belum bisa menyimpulkan. Nanti ada ahlinya. Untuk motifnya dari keterangan awal tersangka, dia sering diledek atau dihina,” katanya.

Baca juga: Fakta Pembunuhan Bocah 5 Tahun di Pasuruan, Korban Sempat Dicabuli 2 Kali lalu Dibunuh

 

Dalam kasus ini, kata dia, AZ dijerat dengan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Mempelai Wanita Terpaksa di Kamar karena Positif Corona, Akad Nikah Tetap Digelar di Depan Rumah

Regional
Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Direktur RSUD Dr Murjani Sampit Meninggal Dunia karena Covid-19

Regional
Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Kerumunan Rizieq Shihab di Puncak Bogor Dilaporkan ke Polisi, Jubir Satgas Covid-19 Kesulitan Tetapkan Sanksi

Regional
TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

TNGM Minta Warga Tak Menangkap Satwa Jika Turun ke Pemukiman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 November 2020

Regional
Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Guru Honorer yang Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar Dapat Sepeda dari Walkot Samarinda

Regional
Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Bandar Arisan Online Kabur, Anggota Merugi hingga Rp 134 Juta

Regional
PGRI Lamongan Luncurkan Mobil Sekolah Keliling, Siap Bantu Sekolah dan Siswa Belajar Daring

PGRI Lamongan Luncurkan Mobil Sekolah Keliling, Siap Bantu Sekolah dan Siswa Belajar Daring

Regional
Kapolda Banten: Sudahlah, Tunggu Hasil Pilkada dari Rumah Saja

Kapolda Banten: Sudahlah, Tunggu Hasil Pilkada dari Rumah Saja

Regional
Wujudkan Tanah Bumbu Maju, Paslon Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Siapkan 4 Program Pokok

Wujudkan Tanah Bumbu Maju, Paslon Zairullah Azhar-Muhammad Rusli Siapkan 4 Program Pokok

Regional
Sah, Siswa SMA/SMK di Jabar Dapat Bantuan Rp 700.000 hingga Rp 1,2 Juta

Sah, Siswa SMA/SMK di Jabar Dapat Bantuan Rp 700.000 hingga Rp 1,2 Juta

Regional
Kelola Bank Sampah, DLH Kabupaten Semarang Perkenalkan Silopah

Kelola Bank Sampah, DLH Kabupaten Semarang Perkenalkan Silopah

Regional
Kirim Berkas Pemakzulan Bupati Faida ke MA, DPRD Jember Sertakan 33 Alat Bukti

Kirim Berkas Pemakzulan Bupati Faida ke MA, DPRD Jember Sertakan 33 Alat Bukti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X