Berkat Komik Hasil Jual Empek-empek, Edi Dharma Bisa Jadi Juara Dunia

Kompas.com - 07/07/2020, 11:56 WIB
Edi Dharma saat membuat karya kartun yang juara utama di Kroasia. Kompas.com/SuwandiEdi Dharma saat membuat karya kartun yang juara utama di Kroasia.

Terkadang kartunis dituduh melakukan pencemaran nama baik dan dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Karya Edi pernah dilaporkan ke polisi. Kala itu, dia mengkritik kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Untuk menjaga kewarasan, Edi mulai merubah caranya berkarya. Bermain aman.

Kritiknya lebih kepada layanan publik dan bukan tokoh politik, diwarnai humor dan satire yang tinggi.

“Penguasa itu mau menang sendiri. Tidak mau memahami seni. Karya kartun yang berisi nasihat, justru dipahami sebagai ejekan dan hinaan,” kata Edi Dharma dengan air muka prihatin, Selasa (7/7/2020).

Keliling dunia

Lelaki yang kini berusia 38 tahun ini tidak pernah bermimpi ke luar negeri.

Namun, jalan kartun membawanya melipir ke Negeri Jiran Malaysia, kemudian Siprus dan Turki.

Apabila tidak ada pandemi, Edi tentunya sudah menjejakkan kakinya ke Benua Biru. Sebab Edi didapuk Grand Prix atau juara utama di Kroasia.

Baca juga: Lewat Pengakuan Dosa, 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Dalam kompetisi ini, dia menumbangkan 252 kartunis dari 52 negara.

Tidak hanya di Kroasia, dia juga seharusnya pergi ke Rumania. Dia sudah bertekad akan keliling Eropa. Lalu mengelilingi dunia, bertemu teman-teman kartunis.

Sesungguhnya Edi tidak menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Kendati demikian, dia tetap berteman dengan banyak kartunis dari Amerika, Perancis, India, Afrika, Australia, China, Korea dan lain-lainnya.

Kuncinya cuma satu, dia memanfaatkan teknologi dan selalu memberi hadiah karikatur wajah.

“Bahasa gambar adalah bahasa universal. Kita pun bisa saling berkomunikasi dan memahami budaya masing-masing,” kata Edi dengan penuh semangat.

Selain menambah banyak teman, Edi bisa membaca karakter, cara pikir, style dan kekuatan kartunis dunia untuk memperkaya wawasan dirinya.

Saat ke luar negeri, Edi turut mengikuti seminar seni dan budaya. Bahkan dia mengunjungi museum untuk membaca peradaban dunia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X