Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Kompas.com - 05/07/2020, 19:42 WIB
Kapolres Mandailing Natal AKBP Horas Tua Silalahi menyambangi warga dan melakukan pendekatan persuasif pasca-bentrokan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Senin (29/06/2020). Akibat dari bentrokan tersebut, sedikitnya enam personel polisi luka-luka, dua mobil dan satu sepeda motor hangus dibakar massa. handoutKapolres Mandailing Natal AKBP Horas Tua Silalahi menyambangi warga dan melakukan pendekatan persuasif pasca-bentrokan yang terjadi di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Senin (29/06/2020). Akibat dari bentrokan tersebut, sedikitnya enam personel polisi luka-luka, dua mobil dan satu sepeda motor hangus dibakar massa.

MANDAILING NATAL, KOMPAS.com - Hingga Minggu (05/07/2020) sore, polisi sudah mengamankan sedikitnya 17 orang warga yang diduga kuat terlibat aksi kerusuhan yang terjadi pada Senin (29/06/2020), di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina).

"Sudah ada 17 orang yang kami amankan," ujar Kepala Polisi Resor Madina AKBP Horas Tua Silalahi, lewat pesan singkatnya, Minggu (5/7/2020).

Horas mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 14 orang dilakukan penangkapan dan tiga orang datang ke polres menyerahkan diri.

"Untuk tiga orang, atas komunikasi dengan Ketua DPRD Mandailing Natal datang menyerahkan diri," ujar Horas.

Baca juga: Pasca-bentrok Madina, Semua Laki-laki di Desa Ini Melarikan Diri, Diduga Takut Diamankan Polisi

Tim dari Polres Madina, dibantu personel Ditreskrimum dan Batalyon C Brimob Polda Sumut mendatangi Desa Mompang Julu bukan melakukan penyisiran.

Namun, mereka datang untuk melakukan penangkapan kepada warga yang terlibat.

"Bukan penyisiran, tapi penangkapan dengan mendatangi langsung tempat orang-orang yang sudah kami ketahui terlibat saat aksi kerusuhan itu," kata Horas.

Dengan turun langsung dan menemui masyarakat, dia meminta kepada seluruh warga untuk tidak resah.

Jangan sampai kejadian yang sama terulang lagi, di mana pun di wilayah Madina.

"Jangan ada lagi yang mau diajak atau diprovokasi untuk ikut-ikut aksi, apalagi sampai menutup jalan dan bertindak anarkis. Silahkan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa," ujar Horas.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X